Harga minyak sedikit turun di perdagangan Asia, Senin, karena ketegangan geopolitik atas program nuklir kontroversial Iran terus berlangsung.

Harga minyak sedikit turun di perdagangan Asia, Senin, karena ketegangan geopolitik atas program nuklir kontroversial Iran terus berlangsung, menurut para dealer.

Pada 11:37 am (0337 GMT), kontrak utama New York, pengiriman minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Agustus, turun sembilan cents pada 70,78 dollars per barrel dari 70,87 dollars di akhir perdagangan US, Jumat.

Minyak mentah Brent Laut Utara untuk pengiriman Agustus turun delapan cents menjadi 69,85 dollars.

‘Masalah geopolitik di Timur Tengah, khususnya Iran, tidak akan selesai dalam waktu singkat tapi pasar juga tidak mengharapkan hal semakin memburuk,’ kata Victor Shum, analis yang berbasis di Singapura dengan konsultan energi Purvin and Gertz.

Iran, Minggu, lagi-lagi mengancam minyak sebai senjata dalam perselisihan atas program nuklirnya dan ia terus menolak permintaan internasional untuk membekukan kerja pengayaan uraniumnya yang sensitif.

Ancaman ini muncul di tengah tekanan atas Teheran untuk menerima proposal penghentian pengayaan — di tengah kecemasan ia akan membuat senjata nuklir — dalam pertukaran untuk pembicaraan multilateral dan paket insentif.

‘Jika masalah negara diserang, kami akan menggunakan semua kemampuan kami, dan minyak adalah salah satunya,’ pernyataan Menteri Perminyakan Kazem Vaziri-Hamaneh dikutip dari televisi negara.

‘Dunia memerlukan energi dan mengerti pengaruh sanksi pasar minyak atas Iran dan tidak satupun yang akan membuat keputusan tak beralasan,’ kata menteri, memprediksikan sanksi atas Iran akan mendongkrak minyak mentah menjadi 100 dollars per barrel.

Kekuatan dunia saat ini menunggu respon Iran atas tawaran pembicaraan mengenai program pengayaan nuklirnya yang telah memunculkan kecemasan Teheran secara rahasia membuat senjata nuklir.

Iran, produsen minyak mentah terbesar ke-empat dunia, bertahan bahwa ia memiliki hak di bawah Non-Proliferation Treaty (NPT) untuk membuat bahan bakar reaktor nuklir untuk program sipil untuk membangkitkan listrik.

Shum mengatakan pasar telah memperdagangkan rentang yang ketat 68-73 dollars sejak awal Mei dan terus mencari arah.

‘Rentang harga yang sempit ini membuat beberapa analis untuk bertanya ‘Kemana perginya volatilias minyak?” kata Shum.

Rentang harga yang sempit diperkirakan terus terjadi kecuali ada beberapa perubahan sutuasi ataupun iklim Iran.

‘Ini hanya awal musim badai di US sekarang. Jika ada badai, akan menjadi penyebab naiknya harga minyak,’ kata Shum.

Irak, yang memiliki salah satu cadangan minyak terbesar dunia, mengatakan, Minggu, produksi minyaknya sekarang lebih dari 2,5 juta barrels per hari, rekor sejak kejatuhan Saddam Hussein.

Menteri Perminyakan, Hussein Shahristani mengatakan Irak berharap menghasilkan 4,3 juta barrels tahun 2010 dan menantang Saudi Arabia sebagai produsen terbesar dunia tahun 2015.

Sumber : business.inq7.net