Konstruksi pipa minyak Samsun-Ceyhan, yang akan meringankan beban Istanbul dan selat Canakkale membawa 120 juta barrel minyak per tahun, akan dimulai tahun 2007.

Konstruksi pipa minyak Samsun-Ceyhan, yang akan meringankan beban Istanbul dan selat Canakkale membawa 120 juta barrel minyak per tahun, akan dimulai tahun 2007.

Proyek konstruksi bersama oleh Turkish Calik Group dan Eni, Italia diharapkan selesai dalam dua tahun.

Dalam hal penyelesaian proyek, perusahaan berencana segera memulai transportasi 70 juta barrel minyak.

Bos Calik Group, Ahmet Calik menyatakan proyek akan memakan biaya $ 1,5 miliar, dan pipa akan memberi Ceyhan kapasitas untuk menjadi Rotterdam-nya Mediterania Timur; merubahnya menjadi pusat ekspor minyak strategis.

Manager level atas Eni, Paolo Scaroni mengatakan, “Jika ada perusahaan Rusia tertarik dalam proyek ini, tentu kami menginginkannya untuk bergabung.”

Jalur ini diharapkan mentransportasikan volume minyak pertamanya, tiga tahun mendatang. Ahmet Calik dan Paulo Scaroni mengadakan rapat bersama proyek ini.

Estimasi tiga juta barrel minyak akan melalui selat tahun 2013. Gambarannya akan naik hingga empat juta barrel bersama dengan ekspor produk, kata Calik, dan menambahkan mereka telah melakukan studi kelayakan sejak 2002. Ia menyebutkan bahwa jalur ini, penting dalam hal keamanan pasokan minyak dunia, akan terbentang sepanjang 550 km.

Mengacu pada usaha mereka untuk membentuk Index Ceyhan untuk pasar minyak, Calik memastikan reporter bahwa Ceyhan akan menjadi pusat pasokan yang berhasil di pasar minyak dunia.

Manger Eni, Scaroni mengumumkan mereka mencapai kesepakatan bahwa Samsun-Ceyhan merupakan lokasi terbaik untuk memotong (by-pass) lintasan tanker minyak melalui selat.

Scaroni menyebut pipa Samsun-Ceyhan “solusi termudah dan jalan teraman dalam hal lingkungan” dan menambahkan bahwa ini akan menambah kredibilitas pada Turki dan pendukung penawaran Uni Eropa, Italia.

”Kami akan mengkonstruksi jalur, bahkan jika tidak ada rekan sekalipun,” Scaroni mengatakan saat mengungkapkan kesungguhannya untuk menyelesaikan proyek. “Pipa ini tidak hanya akan meminimasi resiko yang dihadapi tanker ketika melalui selat. Lintasan ini kadang-kadang bisa memakan waktu berminggu -minggu dan hanya akan semakin rumit di masa depan jika jumlah minyak meningkat,” ungkap Scaroni.

Infrastruktur BTC bisa digunakan untuk proyek ini.

Calik dan Eni juga ingin menggunakan infrastruktur proyek pipa Baku-Tbilis-Ceyhan (BTC), yang akan membawa minyak Kaspia ke pasar barat.

CEO Calik Enerji, Erdal Celik menyebutkan ini akan memberi dukungan finansial terhadap proyek dan mempercepatnya, menambahkan mereka mungkin mencapai kesepakatan dalam hal pembagian biaya dengan konsorsium BTC.

“Kami ingin memastikan investasinya terdengar ekonomis. Jalan terpendek akan menjadi tujuan. Ada area yang dinasionalisasi di sini. Mungkin kami ingin menggunakannya,” kata Celik.

Ia juga mengatakan bahwa mereka mendiskusikan proyek dengan lebih dari 20 perusahaan; memberi prioritas kepada investor yang mentransportasikan minyak dari Laut Hitam ke Mediterania, sementara memberi kesempatan yang sama pada Lukoil dan perusahaan-perusahaan Rusia lainnya.

Celik menyebutkan mereka sedang mengusahakan sebuah proyek distribusi kilang bekerja sama dengan perusahaan India.

Gambaran Pipa

Panjang: 550 km
Kapasitas*: 70 juta ton
Biaya: $ 1,5 miliar
Tanggal dimulai: 2007
(*) tahunan

Sumber : www.zaman.com