Raksasa Italia, ENI telah memutuskan untuk maju dalam proyek gas Blacktip di Laut Timor setelah menandatangani perjanjian jual beli dengan Power & Water Corp., Northern Territory.

Penulis : Nigel Wilson

Raksasa Italia, ENI telah memutuskan untuk maju dalam proyek gas Blacktip di Laut Timor setelah menandatangani perjanjian jual beli dengan Power & Water Corp., Northern Territory.

Perjanjian untuk memperoleh pasokan gas Northern Territory untuk 25 tahun ke depan dari reservoir yang 100% dimiliki oleh Blacktip di Teluk Joseph Bonaparte, yang diperkirakan mengandung sekitar 1,2 triliun kaki3 gas.

ENI, yang tahun lalu membayar Woodside $US 30 juta (sekitar $ 40 juta) untuk setengah dari aset Blacktip dan sekitarnya, telah dikontrak unutk memasok sekitar 750 petajoules gas yang akan digunakan untuk menjalankan power station di pusat dari Alice Springs ke Darwin.

Pada saat yang sama, Australian Pipeline Trust (APT) telah menandatangani perjanjian transportasi $ 400 juta gas dengan korporasi.

Dibawah perjanjian itu, APT akan membangun 277 km Pipa Gas Bonaparte yang mengambil gas dari pabrik gas on-shore yang diajukan ENI di Wadeye ke Pipa Basin Amadeus ke Darwin, sekitar 150 km di selatan Darwin.

APT, yang dimiliki 30% oleh AGL, mengatakan pipa awalnya akan mampu mengirimkan sekitar 30 petajoules per tahun.

Chief executive Mick McCormack mengatakan perjanjian ini adalah langkah penting dalam merealisasikan visi jangka panjang APT dalam membawa gas utara ke Australia.

Menteri Essential Service, Northern Territory, Paul Henderson mengatakan kesepakatan ENI adalah peristiwa penting untuk ketetapan energi di wilayah itu di masa mendatang. Katanya perkiraan cadangan yang proven and probable di Blacktip lebih dari cukup untuk ememnuhi keperluan pasokan gas Power & Water dalam jangka panjang.

Pasokan pertama gas Blacktip diperkirakan 1 Januari 2009.

‘Proyek ini meramalkan pemboran dua sumur pembangunan awal, instalasi platform produksi, 108 km piap bawah air dan 1,3 miliar m3 pabrik pengolahan gas,’ kata ENI.

Tidak disebutkan perkiraan, walaupun para analis industri memperkirakan pengeluaran modal akan lebih dari $ 600 juta.

ENI telah hadir di Australia sejak tahun 2000. Grup Italia ini adalah pemilik 65% dan juga operator lapangan minyak lepas pantai Woollybutt, yang tahun 2005 mencatat sekitar 30% produksi Australia.

Sumber : www.theaustralian.news.com.au