Harga minyak yang meningkat belum berdampak negatif akan pertumbuhan global, menteri perminyakan Saudi Arabia menulis di surat kabar Perancis Sabtu, mengatakan inisiatif oleh negara-negara produsen minyak akan menstabilkan pasar, cepat atau lambat.

Harga minyak yang meningkat belum berdampak negatif akan pertumbuhan global, menteri perminyakan Saudi Arabia menulis di surat kabar Perancis Sabtu, mengatakan inisiatif oleh negara-negara produsen minyak akan menstabilkan pasar, cepat atau lambat.

Ali bin Ibrahim Al Naimi mengatakan baru-baru ini kecemasan akan harga terkait “negativisme, proteksionisme ekonomi dan yang disebut ’patriotisme ekonomi’”.

“Kenaikan dalam harga minyak belum memberi konsekuensi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global,” tulisnya dalam sebuah artikel untuk harian Perancis, Le Figaro.

Naimi, yang negaranya adalah eksportir minyak terbesar, mengatakan tingginya pajak adalah bagian terbesar dari harga yang harus dibayar konsumen untuk harga minyak di sebagian besar negara berkembang.

Minyak naik hingga hampir $ 74 per barrel, Jumat, dalam pengamatan rekor tertingginya, dalam tinjauan positif untuk permintaan minyak dan pertumbuhan ekonomi di US, konsumen terbesar.

Minyak mentah US telah naik dari $ 20 pada Januari 2002 dan mencapai rekor tertinggi $ 75,35 pada bulan April telah meningkatkan ketegangan permintaan pasokan dan uang investor dalam komoditas.

Naimi mengatakan Saudi Arabia telah selalu bekerja dalam stabilitas pasar “dalam hubungannya dengan negara konsumen, produsen, dan dalam hubungannya dengan ekonomi dunia pada umumnya”.

“Tidak ada keraguan bahwa inisiatif telah negara saya ambil dan oleh produsen minyak lainnya, dengan atau tanpa OPEC, akan cepat atau lambat mengembalikan stabilitas pasar,” kata Naimi.

Naimi mengatakan sejak awal karirnya dalam sektor minyak, ia belum pernah melihat ketidaksepakatan dan agitasi, menyebut ini bisa secara parsial dijelaskan dalam kenaikan jangka pendek dalam harga minyak dan “rumor mengenai asumsi habisnya, terbatasnya dalam kapasitas produksi berlebih dan pengaruh terhadap lingkungan”.

“Lebih disukai bagi kami, pejabat pemerintah, pebisnis dan intelektual, realistis, untuk menghindari intimidasi atau membesar-besarkannya walaupun akan bisa selesai dalam hal atensi dan keuntungan politik jangka pendek.”

Sumber : www.khaleejtimes.com