Select Page

Pemboran akan dimulai bulan Juni 2007 dan akan selesai bulan September. Instalasi fasilitas pada bulan Oktober dan mulai produksi diantisipasi awal November 2007.

Dua sumur minyak baru di lepas pantai Pulau Palawan, Filipina, dijadwalkan menghasilkan produksi awal November 2007, dengan laju alir harian 21.000 barrels, surat kabar lokal melaporkan, Senin.

Pemboran akan dimulai bulan Juni 2007 dan akan selesai bulan September. Instalasi fasilitas pada bulan Oktober dan mulai produksi diantisipasi awal November 2007, Philippine Daily Inquirer mengutip pemilik proyek.

Ini dilaporkan oleh Ketua Oriental Petroleum and Minerals Corp. ( OPMC), James L. Go dan presiden Robert Coyiuto Jr. selama pertemuan para pemegang saham OPMC, minggu lalu.

Sumur-sumur minyak milik lapangan minyak Galocini, berlokasi di perairan dengan kedalaman 1.000 kaki di Blok C dari Service Contract-14 di barat laut Palawan, menurut peta pembangunan Philippine Department of Energy.

Sementara itu, para pejabat mengatakan bahwa Department of Energy telah menyetujui Fase 1 pembangunan Galoc. Hal ini meliputi pemboran dua sumur, instalasi fasilitas produksi, dan lease tanker FPSO dengan kapasitas 450.000 barrel.

Fase pertama pembangunan diperkirakan menelan biaya 100 juta U.S. dollars dan cadangan minyak recoverable diperkirakan dalam rentang 10 – 20 juta barrels, menurut reporter.

Minyak mentah Galoc diharapkan dijual pada harga konservatif 55 dollars per barrel atau lebih baik selama produksi. Seharusnya hasil Fase 1 terbukti mendorong, lebih banyak sumur produksi akan dibor dalam Fase 2 pembangunan Galoc.

Dalam Fase 1 mendatang, perusahaan lokal OPMC memiliki bagian terbesar dari pendapatan minyak yang bisa didistribusikan, yaitu 7,6%.

Proyek pembangunan Galoc secara keseluruhan dilaksanakan oleh sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Galoc Production Co.

Konsorsium ini meliputi Nido Petroleum Philippines Pte. Ltd. dari Australia sebagai pihak paying dan sebuah kelompok yang dimiliki perusahaan Filipina sebagai rekan non-paying.

Filipina sangat tergantung akan impor energi. Kenaikan harga minyak mentah telah mendorong pembor lokal dan asing unutk membangkitkan kembali aktivitas eksplorasi minyak di lepas pantai Palawan, dimana cadangan energinya sangat diharapkan untuk negara.

Sumber : english.people.com.cn

Share This