Select Page

Trinidad dan Tobago telah mengumumkan penundaan lagi dalam penutupan penawaran untuk lisensi eksplorasi 11 blok onshore dan nearshore.

Penulis : Curtis Williams

Trinidad dan Tobago telah mengumumkan penundaan lagi dalam penutupan penawaran untuk lisensi eksplorasi 11 blok onshore dan nearshore.

Helena Innis-King, direktur manajemen sumber daya di Kementrian Energi dan Industri Energi, mengatakan ada minat yang steady di blok-blok tersebut dari perusahaan migas besar dan independen besar. Perusahaan, bagaimanapun, mencoba untuk memaksimalkan keuntungan dari production-sharing contracts (PSCs) yang harus dinegosiasikannya jika blok-blok akhirnya diserahkan.

Menyinggung rekor haga minyak, Innis-King mengatakan pada OGJ, ‘Kami memperoleh sejumlah kecil dari PSC, yang jauh lebih baik dibanding lisensi E&P lama yang kami miliki seperti BP (Trinidad & Tobago). Tapi kami rasa bisa memperoleh lebih banyak di upper end, dan itulah tujuan kami.’

Awalnya penutupan dijadwalkan pada 31 Maret, deadline telah diperpanjang tiga kali dan sekarang penutupan pada 28 Agustus.

Sumber : www.ogj.com

Share This