Select Page

Deputi Menteri Luar Negeri Yunani, Evripidis Stylianidis mengumumkan bahwa Kazakhstan telah mengungkapkan minat dalam proyek pipa minyak Burgas-Alexandroupolis

Deputi Menteri Luar Negeri Yunani, Evripidis Stylianidis, Selasa, mengumumkan bahwa Kazakhstan telah mengungkapkan minat dalam proyek pipa minyak Burgas-Alexandroupolis, mengatakan bahwa ini adalah keberhasilan bagi diplomasi energi Yunani.

Katanya, Kazakhstan telah mengungkapkan keinginan untuk berpartisipasi dalam proyek, juga melalui sebuah joint venture atau dengan memasok pipa dengan minyak dari Kazakhstan, selama pertemuan Selasa pagi di Astana dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Baktykozha Izmukhambetov, dan ketua perusahaan minyak negara KazMunaiGaz National, Uzakbay Karabalin.

Stylianidis menyebutkan bahwa prospek ini, jika disepakati, akan memastikan bahwa pipa ini viable dan kompetitif. Menurut menteri, meningkatkan kerja sama dengan negara kaya minyak, Kazakhstan, adalah bagian dari ‘strategi untuk membuka, menuju negara berkembang pesat’.

Katanya, perjanjian Senin mencari cara untuk membuka jalan bagi perusahaan konstruksi dan engineering Yunani agar bisa memasuki pasar Kazakhstan pada saat negara berada di tengah kesibukan konstruksi untuk membangun ibukota barunya.

Juga hadir dalam pertemuan ini adalah direktur DEP SA-Thraki SA joint venture untuk pipa, Christodoulos Dimas dan anggota dewan DEP, Mihalis Myrianthis.

Selama pertemuan Selasa siang dengan juru bicara parlemen Kazakhstan, Oral Mukhamedzhanov dan dengan MPs di kelompok Parliament’s Greece-Kazakhstan Friendship, Menteri Yunani juga memberi undangan dari Presiden Parlemen Yunani, Anna Psarouda-Benaki untuk mengunjungi Athena, dan diterima oleh Mukhamedzhanov.

Menteri Yunani juga berterimakasih atas dukungan Kazakhstan untuk posisi Yunani dalam masalah Cyprus dan Bekas Republik Yugoslavia, Macedonia, dan menjanjikan dukungan Athena untuk penawaran (bid) Kazakhstan untuk kepresidenan OSCE, selain itu untuk mendukung usaha negara itu untuk berabung dengan World Trade Organisation.

Sumber : www.ana.gr

Share This