Pipa gas Thai-Malaysian dari Joint Development Area (JDA) di Teluk Thailand telah selesai dan siap memasok gas ke Malaysia salam dua bulan ke depan.

Penulis : Witchayan Boonchote

Pipa gas Thai-Malaysian dari Joint Development Area (JDA) di Teluk Thailand telah selesai dan siap memasok gas ke Malaysia salam dua bulan ke depan.

Nuruddin Dasaesamoh, public-relations manager untuk Trans Thai-Malaysia (Thailand) Co (TTM), mengatakan uji akhir final pipa dan pabrik pemisahan gas diharapkan selesai dalam dua bulan.

TTM adalah joint venture antara PTT Plc dari Thailand dan Petronas, peusahaan energi nasional Malaysia.

Mr Nuruddin mengatakan bahwa, walaupun TTM dikemudikan oleh presiden Petronas, Kalantar Mastan Mohamed, kebijakan kunci perusahaan tetap tak berubah.

Katanya perusahaan masih memiliki komitmen terhadap preservasi lingkungan dalam komunitas lokak, begitu juga menginvestasikan 10 juta baht per tahun dalam dana pembangunan sosial lokal.

Katanya, bahwa mengikuti peluncuran resmi operasi untuk pipa dan pabrik pemisahan gas, perusahaan juga akan memasok gas alam untuk kendaraan (natural gas for vehicles/NGV) ke PTT melalui terminal gas Klong Wa.

‘Ini adalah berita bagus bahwa penduduk di Songkhla dan provinsi tetangganya memiliki peluang untuk mengonsumsi NGV dengan harga rendah karena tidak ada biaya transportasi untuk pasokan gas,’ katanya.

Booncherd Panyasai, manager untuk departemen penjualan dan pemasaran NGV PTT, mengatakan telah menginvestasikan 100 juta baht dalam membangun terminal pemasokan utama NGV di Klong Wa, Hat Yai, dihubungkan dengan pipa Thai-Malaysia.

Terminal utama akan mengumpulkan dan memasok NGV ke tiga terminal kecil yang masih dalam konstruksi, juga stasiun pelayanan PTT yang telah ada. Diharapkan bahwa terminal-teminal kecil menawarkan pelayanan NGV bulan Oktober.

‘Terminal utama kita akan dibangun di Klong Wa dimana pipa gas melewatinya. Diharapkan bahwa konstruksi akan diselesaikan pada pertengahan September. Sehingga peralatan akan dipasang dan akan dilaksanakan pengujian. Terminal diharapkan membuka pelayanan bulan Oktober,’ katanya.

Katanya PTT juga akan menginvestasikan sekitar 20-30 juta baht untuk memasang peralatan di tiap terminal kecil.

Jika NGV meminta kenaikan di masa depan, PTT berencana meningkatkan jumlah terminal. Juga berencana untuk membuka 25 terminal lagi di Selatan tahun depan.

Mr Booncherd mengatakan PTT menginginkan pedagang minyak lainnya untuk menawarkan pelayanan NGV di stasiun pelayanannya, jika mereka tertarik.

Saat ini, energi alternatif tersedia di beberapa stasiun pelayanan Bangchak Petroleum Plc. Pedagang minyak lainnya, termasuk Petronas, telah menunjukkan minat dalam menjual NGV di stasiun pelayanannya. Negosiasi sedang dilakukan.

Sumber : www.bangkokpost.com