Pipa utara Irak telah ditutup untuk perawatan, menghentikan ekspor minyak mentah dari lapangan minyak Kirkuk ke pelabuhan Ceyhan, Turki.

Pipa utara Irak telah ditutup untuk perawatan, menghentikan ekspor minyak mentah dari lapangan minyak Kirkuk ke pelabuhan Ceyhan, Turki, menteri perminyakan mengatakan, Minggu.

Hussein al-Shahristani mengatakan aliran ini diharapkan dilanjutkan kembali dalam dua atau tiga hari dengan rata-rata 400.000 barrel per hari.

Pipa ini ditutup Jumat pagi, karena tidak cukup minyak mentah di reservoir Kirkuk, seorang pejabat perminyakan mengatakan kepada Dow Jones Newswires, Sabtu.

Irak melanjutkan ekspor minyak mentah dari pelabuhan Mediterania Turki, minggu lalu, setelah penundaan selama hampir setahun. Sejak itu, Baghdad telah menjual 8,6 juta minyak mentah dalam tiga tender pertama, menigkatkan ekspor keseluruhan untuk Juni menjadi sekitar 1,66 juta barrel per hari.

Ekspor Mei Irak, adalah sekitar 1,5 juta barrel per hari.

Pejabat perminyakan Irak mengharapkan akan ekspor Juli, meningkat mencapai 1,8 juta barrel per hari, level tertinggi sejak Baghdad melanjutkan ekspor dibawah pendudukan US tahun 2003.

State Oil Marketing Organization (SOMO), Irak, mengeluarkan tender ke-empat untuk 6 juta barrel minyak mentah Kirkuk, Jumat. Penawaran dieprkirakan 13 Juli.

Irak, anggota Organization of Petroleum Exporting Countries, memiliki cadangan terbesar ke-tiga dunia. Diperkirakan 115 miliar barrel melebihi Saudi Arabia dan Iran.

Sumber : www.guardian.co.uk