Minyak mentah dari Kazakhstan dituangkan ke dalam tangki petroleum di Alataw pass, Wilayah Otonomi Xinjiang Uygur, China Barat Laut pada 18:45, Selasa, melalui pipa yang melintasi perbatasan, menandai permulaan operasi komersial untuk pipa impor minyak langsung China yang pertama.

Minyak mentah dari Kazakhstan dituangkan ke dalam tangki petroleum di Alataw pass, Wilayah Otonomi Xinjiang Uygur, China Barat Laut pada 18:45, Selasa, melalui pipa yang melintasi perbatasan, menandai permulaan operasi komersial untuk pipa impor minyak langsung China yang pertama.

Para ahli mengatakan gerakan ini akan membantu meningkatkan pasokan minyak China dan menyediakan outlet ideal untuk ekspor minyak Kazakhstan.

Saat ini, fluks minyak hanya sekitar 120 m3 per jam karena kegagalan valve di Kazakhstan, Zhu Minjie, menurut petugas di Alataw Pass kepada Xinhua.

Ini akan memakan waktu 15 hari untuk mengisi 50.000 m3 tangki minyak sebelum minyak dikirim lewat pipa ke Dushanzi di Karamay dimana pabrik kilang minyak terbesar negara akan beroperasi tahun 2008 untuk memroduksi 5,5 juta ton minyak kilangan per tahun, kata Zhu.

Pipa sepanjang 960-km dibangun bersama oleh China National Petroleum Corporation (CNPC) dan perusahaan energi negara Kazakhstan, Kazmunaigaz dan dirancang untuk mentransmisikan 20 juta ton minyak per tahunnya, 15% dari total impor minyak mentah China untuk 2005.

Fase pertama pipa akan mentransmisikan 10 juta ton minyak per tahunnya, sebuah gambaran yang akna mengganda jika seluruh proyek selesai pada 2011. Panjang total pipa akan menjadi sekitar 3.000 km.

China telah menentukan stasiun pengukuran minyak di Alataw Pass, dimana minyak mentah dari Kazakhstan memasuki China.

Pihak industri mengatakn konstruksi pipa minyak adalah win-win strategy bagi kedua negara sehingga akan mengatasi kekurangan energi China dan menyediakan pasar tujuan ideal untuk cumber kaya minyak Kazakhstan.

Ini menyediakan hubungan langsung antara sumber kaya minyak Kazakhstan dan pasar konsumen minyak yang kuat, China, kata Yin Juntai, deputi manajer umum China Petroleum Exploration and Development Company.

Output minyak mentah Kazakhstan mencapai 50 juta ton tahun 2002, dan sekitar 70% dari minyaknya diekspor. Dengan cadangan besar di Laut Kaspia, output minyak akan mencapai 100 juta ton tahun 2015.

Rute baru pengiriman minyak akan menghubungkan konsumen China dengan lapangan minyak di Laut Kaspia, begitu juga mengurangi ketergantungan berlebihan China akan Selat Malaka, rute tradisional untuk 80% minyak impor China, kata Yin.

Tahun lalu, total impor minyak mentah China adalah 127 juta ton, sekitar 40% dari total konsumsinya. Sekitar setengah impor minyak China berasal dari Timur Tengah dan hanya 1,3 juta ton diimpor dari Kazakhstan, melalui Alataw Pass, pada tahun 2005. Dan diprediksikan gambaran ini akan meningkat menjadi 4,75 juta ton tahun ini dan menjadi sekitar 8 juta ton tahun 2007.

China dan Kazakhstan mengawali kerja sama energi pada tahun 1997, ditandai dengan perjanjian antar negara yang meliputi diversifikasi cara kolaborasi dalam lapangan migas, termasuk pipa minyak antara Kazakhstan barat dan Xinjiang, China.

Pipa transnasional sepanjang 962,2 km dari Atasu di Kazakhstan ke Alataw Pass di Xinjiang, diselesaikan bulan November 2005 dengan biaya 700 juta US dollar dan China juga telah menyelesaikan memasang 252-km pipa minyak antara Alataw Pass ke Dushanzi.

China menghasilkan 182 juta ton minyak mentah pada tahun 2005, sebuah gambaran yang dikatakan para ahli akan meningkat menjadi 195 juta ton akhir 2010.

Saat itu, permintaan produksi negara akan sekitar 330 juta ton dan konsumsinya 350 juta ton, kata Pan Derun, deputi ketua China.

Sumber : english.people.com.cn