Penguasa Nigeria sedang menyelidiki ledakan di dua pipa minyak, yang menyebabkan tumpahan minyak yang besar di wilayah selatan Bayelsa.

Penulis : Gilbert da Costa

Penguasa Nigeria sedang menyelidiki ledakan di dua pipa minyak, yang menyebabkan tumpahan minyak yang besar di wilayah selatan Bayelsa. Penguasa wilayah itu sedang mencari cara untuk mengatasi tindak penculikan, penyanderaan dan aksi kekerasan lainnya di wilayah kaya minyak tersebut.

Penyelidik Nigeria mencoba menentukan apakah ledakan Rabu di dua pipa minyak mentah yang dioperasikan perusahaan minyak Italia, Agip, adalah hasil sabotase atau murni kecelakaan. Salah satu dari ledakan itu meledakkan sebagian pipa minyak 18-inch sementara yang ledakan ke-dua mengenai pipa 10-inch di sisi sungai mengakibatkan tumpahan yang banyak.

Wilayah Bayelsa telah melihat beberapa aksi kekerasan dalam beberapa bulan yang menargetkan industri minyak, termasuk penyanderaan para pekerja asing di fasilitas minyak.

Penguasa wilayah itu mengatakan mereka merencanakan perengkahan keamanan militan yang diyakini bertanggung jawab atas serangan ini. Dalam strategi baru, pembuat undang-undang wilayah diharapkan menyetujui proposal yang tidak melindungi aksi agresi yang melawan industri minyak.

State Attorney General and Justice Commissioner Henry Dickson mengatakan element kriminal mengeksploitasi agitasi untuk pengendalian lokal atas kekayaan minyak dan harus berhubungan dengan negara.

‘Telah ada sanksi dalam hukum kriminal yang akan mengurus penyanderaan, insiden penculikan dan aksi terorisme dan kriminalitas lainnya,’ kata Dickson. ‘Yang coba saya lakukan adalah lebih memperkuat tangan agensi keamanan dan menciptakan mekanisme institusional untuk meredakan kasus seperti itu.’

Dickson mengatakan pemerintah negara juga mengusahakan pelurusan aktivitas kelompok di wilayah ini untuk meminimasi perselisihan di antara komunitas lokal.

‘Saya tahu dari pengalaman bahwa sebagian besar masalah dalam komunitas produksi minyak adalah akibat kelompok yang berseteru untuk mengendalikan dan penguasa, supremasi dalam komunitas yang bisa mewakili komunitas dalam MOU dengan perusahaan minyak, dalam memperoleh pembayaran dari perusahaan minyak untuk aktivitas terkait,’ lanjutnya. ‘Dan yang kami coba lakukan adalah untuk pertama kalinya menyatakan panduan untuk administrasi komunitas ini, memastikan bahwa semua kelompok terdaftar, sehingga kami bisa memonitor dengan baik aktivitasnya dan juga meluruskan peran, kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap komunitas dan negara.’

Serangan atas instalasi minyak tahun ini di Niger Delta telah memotong lebih dari 20% ekspor minyak harian Nigeria yaitu 2,5 million barrel dan memacu naiknya harga minyak dunia.

Kelompok militan di delta mengatakan mereka melawan kendali lokal pendapatan minyak yang memiskinkan penduduk di wilayah itu yang merasa dicurangi di tanahnya sendiri.

Sumber : voanews.com