Kenya Pipeline Company (KPC) akan membangun fasilitas pemuatan petroleum di Kigali, Rwanda, untuk melayani wilayah Great Lakes.

Penulis : David Ohito

Kenya Pipeline Company (KPC) akan membangun fasilitas pemuatan petroleum di Kigali, Rwanda, untuk melayani wilayah Great Lakes.

Managing director George Okungu mengatakan sebuah studi kelayakan atas viabilitas fasilitas telah selesai, bersama dengan penelitian pasar. Katanya KPC akan mengejar proyek ini secara agresif.

‘Fasilitas akan menambah nilai dan bahkan membuat pengirim bekerja dengan nyaman dan memperpendek jarak,’ kata Okungu di Kisumu setelah commissioning sebuah tank gauging system di depot Kisumu KPC.

‘Fasilitas penyimpanan akan melayani Republik Democratik Congo, Tanzania Utara, Rwanda dan Uganda Barat,’ kata Okungu.

‘Proyek ini viable dan KPC mengkampanyekan untuk mengambil manfaat dari pasar, tapi kami harus menunggu proses pemerintahan sebelum kami mulai.’

Okungu juga mengumumkan bahwa komisi koordinasi bersama dari Uganda dan Kenya akan bertemu di Nairobi, Selasa, untuk memfinalisasi rencana perpanjangan pipa dari Eldoret ke Kampala.

Proyek yang bernilai Sh 8,6 miliar ini akan dikerjakan setelah seleksi pemenang tender yang dijadwalkan Selasa. Okungu mengatakan sekitar 23 perusahaan menyatakan minatnya dalam tender proyek pipa 340 km. ‘Sebelas dari perusahaan-perusahaan ini pre-qualified dan hanya tiga yang memasukkan dokumen final untuk pertimbangan.’

Okungu menyatakan kecemasannya akan perpanjangan pipa ini yang menderita kemunduran sejak dikonsepkan tahun 1997.

Okungu mengatakan KPC memeprsiapkan diri untuk peluang di Sudan selatan, yang dilaporkan memiliki sumber minyak alami yang melimpah.

‘Kenya memiliki fasilitas kilang terdekat. Pipa minyak mentah dari Sudan Selatan ke Lamu akan ideal untuk ekspor melalui Kenya,’ katanya.

‘Danau Albert memiliki cadanagan minyak dan pipa minyak mentah bisa dipasang melalui Kenya dan KPC harus berinvestasi dalam infrastrukturnya,’ katanya.

Sumber : www.eastandard.net