Select Page

Rentech Development Corp., Denver, dan Peabody Electricity LLC, telah menandatangani sebuah perjanjian bersama untuk membangun dua proyek coal-to-liquids (CTL) di cadangan batubara Peabody di Montana dan US Midwest.

Anak usaha yang dimiliki penuh oleh Rentech Inc., Rentech Development Corp., Denver, dan Peabody Electricity LLC, entitas yang dimiliki penuh oleh perusahaan batubara yang berbasis di St. Louis, Peabody Energy, telah menandatangani sebuah perjanjian bersama untuk membangun dua proyek coal-to-liquids (CTL) di cadangan batubara Peabody di Montana dan US Midwest.

Rekanan ini mengajukan pembangunan pabrik CTL menggunakan proses CTL Fischer-Tropsch yang mentransformasi gas sintetis yang diperoleh dari batubara menjadi diesel, bahan bakar jet, dan produk lainnya. Satu proyek menargetkan produksi 10.000 b/d bahan bakar transportasi dari 2-3 juta ton/tahun batubara, sementara yang lainnya akan menghasilkan hingga 30.000 b/d menggunakan 6-9 juta ton/tahun batubara, berdasarkan kualitas batubara. Dengan lebih dari 9,8 miliar ton cadangan batubara, Peabody sedang mengevaluasi lusinan lokasi US untuk proyek konversi btu.

Selama pembangunan proyek awal, Peabody dan Rentech akan menentukan lokasi, volume produksi, campuran produk, dan pertimbangan lingkungan, termasuk menjadikan ‘perangkap karbon’ siap untuk tiap fasilitas. Perusahaan awalnya akan menentukan ruang lingkup dan kelayakan tiap fasilitas, membangun entitas proyek, dan mempersiapkan front-end engineering and design.

Awalnya, mereka akan membagi biaya dari pengeluaran pembangunan pihak ketiga dan akan memiliki interests yang sama dalam proyek. ‘Dengan pengecualian kesepakatan di lokasi, perjanjian pembangunan bersama ini non-eksklusif, dan juga salah satu pihak akan membangun proyek CTL di lokasi lain, ‘ kata juru bicara Rentech.

Proyek CTL disebut atas permintaan US Department of Defense atas proposal untuk membuat kuantitas yang signifikan bahan bakar Fischer-Tropsch untuk membantu memenuhi apa yang US Energy Information Administration ramalkan akan lebih dari 70% peningkatan konsumsi energi global untuk tahun 2030, ketika dikatakan US akan mengimpor 62% minyak.

Sumber : www.ogj.com

Share This