Select Page

Irak telah menyelesaikan perbaikan satu dari dua pipa minyak yang disabotase yang mengekspor minyak mentah dari lapangan utara ke Turki dan bertujuan untuk menjalankan kembali aliran minggu ini.

Irak telah menyelesaikan perbaikan satu dari dua pipa minyak yang disabotase yang mengekspor minyak mentah dari lapangan utara ke Turki dan bertujuan untuk menjalankan kembali aliran minggu ini, Menteri Perminyakan Irak mengatakan, Minggu.

“Kami menyelesaikan perbaikan hari ini,” Menteri Perminyakan, Hussain al-Shahristani mengatakan pada Reuters di London. “Kami harap akan segera jalan kembali. Minggu ini.”

Shahristani mencoba memulihkan industri minyak Irak yang rusak, sumber utama negara dalam hal hard currency yang dibutuhkan untuk membangun kembali ekonominya.

Industri membutuhkan miliaran dollar investasi untuk pemeriksaan infrastruktur dan meningkatkan output setelah tahun-tahun sanksi, perang dan mismanagement.

Irak berharap untuk meningkatkan ekspor dari lapangan minyak raksasa Kirkuk di bagian utara negara bulan depan ketika perbaikan pipa paralel kedua selesai dilakukan, kata Shahristani.

Pipa ke Kirkuk sebagian besar tidak dapat digunakan karena sabotase sejak invasi US atas Irak pada bulan Maret 2003.

Kedua pipa itu retak pada serangan 9 Juli. Serangan memaksa Irak untuk menghentikan penjualan minyak mentah Kirkuk dari Turki.

Minggu-minggu sebelum serangan, Irak telah menjual 8,5 juta barrel minyak mentah Kirkuk dari Ceyhan, meningkatkan total ekspor untuk menyesuaikan level tinggi sejak Oktober 2004 pada bulan Juni pada 1,8 juta barrel per hari.

Irak telah berusaha meningkatkan keamanan sepanjang jalur itu dengan menempatkan perlindungan angkatan bersenjata. Sebelumnya, keamanan berada di tangan satuan berdedikasi khusus dan serangan sangat sering terjadi.

Ketika jalur ini tidak bisa digunakan, negara mengandalkan ekspor sekitar 1,5 juta barrel per hari dari terminal selatan Basra.

Output harian Irak saat ini adalah 2,5 juta barrel per hari, bertujuan untuk meningkatkan produksi hingga 2,9 juta pada akhir tahun dan mungkin mencapai 3 juta, kata Shahristani.

“Kami bertujuan untuk 2,9 juta (barrel per hari), dan dengan sedikit keberuntungan kami akan mencapai 3 juta,” katanya.

Menteri Perminyakan juga mengatakan yakin bahwa hukum hidrokarbon baru yang akan memungkinkan investasi asing mengalir ke industri akan masuk akhir tahun.

“Saya tidak dapat mengatakan dengan tepat kapan akan masuk karena tergantung pada Parlemen,” katanya. “Tapi akan terjadi tahun ini.”

Irak tidak membutuhkan investasi dari perusahaan minyak internasional jika mencapai target produksi jangka panjang Shahristani 4,3 juta barrel per hari dalam empat tahun ke depan dan antara 6 juta dan 8 juta per hari pada 2015.

Menteri Perminyakan bersama dengan PM Irak, Nuri al-Maliki berkunjung ke London dan Washington.

Sumber : msnbc.msn.com

Share This