Select Page

Presiden OPEC, Dr Edmund Daukoru, akan menuju Timur Tengah minggu depan untuk menangani masalah internal organisasi dan memperbaiki langkah-langkah untuk membawa stabilnya harga di pasar minyak.

Penulis : Atser Godwin

Pemimpin OPEC, yang mengekspresikan perhatiannya atas harga yang melambung yang mencapai $ 78,40 per barrel minggu lalu, mengatakan bahwa kartel minyak akan melakukan suatu strategi jangka pendek untuk meredakan volatilitas.

“Kami melakukan yang terbaik untuk meredakan pasar, tapi dengan level volatilitas saat ini hanya satu yang bisa mengambil keputusan jangka pendek. Kami cenderung bereaksi pada interval tiga bulanan,” katanya pada Reuters, Rabu.

Posisi terakhir harga minyak “sangat tidak menyenangkan” dan memiliki dampak negatif atas ekonomi dunia, katanya.

Katanya OPEC memiliki kapasitas produksi cadangan yang tersedia jika diperlukan.

Daukoru, yang juga menteri negara perminyakan Nigeria, mengatakan konflik Israel-Hezbollah memiliki andil atas harga minyak, yang mengantar harga minyak mentah US $ 78,40 per barrel minggu lalu, dan bahwa OPEC bisa menyebarkan kapasitas produksi cadangannya.

“Jika bisa distabilkan sekitar pertengahan 60-an, Saya kira masyarakat tidak akan keberatan. Kami menjadi terbiasa akan hal ini, tapi kenaikan terakhir ke pertengahan 70-an sungguh tidak menyenangkan,” kata Daukoru di ibukota Nigeria.

‘Jelas, perseteruan telakhir antara Israel dan Hezbollah merupakan alasan kenaikan terakhir,” katanya.

“Selalu disayangkan jika kami harus mengatasi masalah diluar kendali OPEC.”

Tingginya harga membawa pendapatan lebih bagi OPEC dalam jangka pendek, tapi para eksporter cemas kenaikan terus-menerus akan merugikan ekonomi global dan mendorong konsumen berinvestasi dalam energi alternatif.

Ditanya jika harga saat ini merugikan ekonomi, katanya, “Pada tingginya harga, maka akan memberi dampak.”

“Kami harus memiliki lebih dari dua juta barrel per hari, sehingga jika ada gangguan dari Iran atau sejenisnya, kami akan mampu memberi kapasitas ekstra untuk kilang,” katanya.

Sumber : westafrica.andnetwork.com

Share This