Statoil ASA berencana dalam 6 – 7 tahun kompresor bawah laut untuk penggunaan komersial pertamanya akan menghasilkan lebih banyak gas alam dari lapangan Aasgard di Laut Norwegia.

Statoil ASA berencana dalam 6-7 tahun kompresor bawah laut untuk penggunaan komersial pertamanya akan menghasilkan lebih banyak gas alam dari lapangan Aasgard di Laut Norwegia.

‘Artinya potensi bisnis di deposit Mikkel dan Midgard di Aasgard akan dieksploitasi dengan lebih baik,’ kata Knut Nordstad, penasehat senior di pusat penelitian Statoil di Trondheim, dimana teknologi ini dibangun. ‘Kompresi gas mungkin relevan untuk lapangan Troll di Laut Utara dan Snohvit di Laut Barents,’ katanya.

Sebuah kompresor yang dipasang di dasar laut akan meningkatkan tekanan di aliran gas untuk mengkompensasi penurunan tekanan di reservoir. Gas yang diambil dari lapangan-lapangan tersebut diharapkan naik 25%, atau 30-40 miliar m3, jika teknologi ini digunakan, kata pejabat Statoil.

Pemasangan di bawah laut untuk kompresor ini dijadwalkan 2012-13, di 250 m perairan, sekitar 50 km dari platform Aasgard B. Terkait dengan pemrosesan bawah laut, tugas-tugas seperti pemompaan, pemisahan, kompresi, dan penyaringan diselesaikan di bawah laut bukannya di platform. Teknologi ini akan memberi kontribusi terhadap penghematan biaya dan akan menyelamatkan produksi hingga 2021, kata pejabat.

Kompresi bawah laut secara potensial lebih aman, lebih murah, dan resikonya lebih kecil daripada sistem diatas-air. Kehandalan dan pengendalian juga merupakan masalah penting, katanya.

Pemrosesan bawah laut sangat relevan di perairan Artic, kata pejabat perusahaan. Jika Statoil menjadi salah satu rekanan di lapangan Shtokman di sektor Rusia Laut Barents, pengalamannya dengan teknologi bawah laut baru akan berguna, kata pejabat perusahaan.

Lapangan Aasgard mulai memroduksi gas tahun 1999, dan gas Aasgard B tahun berikutnya.

Statoil dan rekanan lainnya di lisensi Aasgard berinvestasi lebih dari 4 miliar kroner dalam proyek ini. Statoil adalah operator untuk Aasgard dengan 25% interest. Lisensi lainnya adalah Petoro 35,5%, Norsk Hydro AS 9,6%, Eni SPA 14,9%, Total SA 7,65%, dan ExxonMobil Corp. 7,35%.

Sumber : www.ogj.com