Select Page

Setelah pertemuan G8 Summit di St. Petersburg, Rusia, National Security Advisor Steve Hadley mengatakan di Capitol Hill bahwa Rusia dan China menyambut baik sebagai anggota proyek internasional dalam pembangunan reaktor nuklir generasi ke-empat, atau Generation IV International Forum (GIF).

Penulis : Armando Duke

Setelah pertemuan G8 Summit di St. Petersburg, Rusia, National Security Advisor Steve Hadley mengatakan di Capitol Hill bahwa Rusia dan China menyambut baik sebagai anggota proyek internasional dalam pembangunan reaktor nuklir generasi ke-empat, atau Generation IV International Forum (GIF).

GIF adalah konsorsium penelitian dan pengembangan energi nuklir beranggotakan 11 pihak yang didirikan Januari 2000 untuk membangun konsep energi nuklir inovatif untuk memenuhi tantangan energi masa depan. Para anggota GIF termasuk Argentina, Brazil, Kanada, Euratom, Perancis, Jepang, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swiss, Inggris, dan US, dengan OECD-Nuclear Energy Agency dan IAEA sebagai pengamat permanen.

Tingginya harga minyak dan kerjasama dunia dalam pembangunan pabrik tenaga nuklir membangkitkan kembali permintaan global akan bahan baku reaktor nuklir di seluruh dunia.

Harga spot uranium saat ini adalah sekitar $ 45/lb, yang merupakan 27% peningkatan year-to-date, dilaporkan Resource Capital Research (RCR), Australia. Hal ini diperkirakan akan mencapai $ 54/lb tahun ini – sebuah peningkatan 20% atas harga spot saat ini – dan $ 60/lb pada Mei tahun depan, yang naik 33% dari harga spot saat ini.

RCR megatakan bahwa sekitar 180 reaktor tenaga nuklir baru diusulkan dan direncanakan di seluruh dunia. Hal ini dibandingkan dengan 441 reaktor tenaga nuklir yang saat ini beroperasi.

SXR Uranium One Inc. of Toronto, Kanada, mengumumkan baru-baru ini bahwa telah setuju untuk membayar Rio Tinto Energy America $ 110 juta untuk Sweetwater mill dan properti uranium terkait di area Green Mountain Wyoming.

Neal Froneman, CEO dari Uranium One, menyebutkan kompetisi untuk U3O8 menjadi lebih ketat di seluruh dunia karena peningkatan permintaan.

‘Mengatasi kendala ini, keamanan sumber pasokan dan kapasitas milling di US akan menjadi lebih atraktif terhadap utilitas US,’ katanya.

Perusahaan yang berbasis di New York, Golden Patriot, Corp. (OTCBB: GPTC) baru-baru ini mengumumkan telah menerima persetujuan Pemerintah dan Negara untuk 20 program pemboran lubang di Lucky Boy Uranium Mine di Gila County, Arizona. Tambang uranium Luck Boy merupakan salah satu yang pertama berproduksi di Arizona dan pada harga saat ini, perusahaan sangat optimistik akan pembangunan di masa depan.

Brad Rudman, Presiden Golden Patriot mengatakan, ‘Lucky Boy adalah salah satu dari kepemilikan yang sangat bernilai dan memegang potensi pertumbuhan terbesar dalam jangka pendek maupun panjang.’ Sementara Rudman tidak mau berkomentar, perusahaan eksplorasi mencari partisipasi di pembangunan Lucky Boy. Perusahaan mengatakan, Kamis, bahwa ia telah memfinalisasi perjanjian dengan kontraktor pemboran untuk memulai pekerjaan di tambang Luck Boy.

Sumber : www.axcessnews.com

Share This