Nippon Oil Corp., Jepang berencana membangun pabrik biodiesel berkapasitas 30.000 ton/tahun di provinsi Jambi, Indonesia.

Penulis : Eric Watkins

Nippon Oil Corp., Jepang berencana membangun pabrik biodiesel berkapasitas 30.000 ton/tahun di provinsi Jambi, Indonesia, menurut pejabat lokal.

Juru bicara administrasi provinsi Jambi, Erwan Malik mengatakan tim manajemen Nippon Oil telah mengunjungi wilayah Bungo, Jambi, untuk bertemu dengan para petani dan untuk survey lahan yang bisa ditanami pohon jarak dan sawit untuk bahan baku.

Erwan mengatakan kantornya akan bekerjasama dengan wilayah administrasi Bungo untuk memperoleh lahan untuk menanam tumbuhan penghasil biodiesel.

Katanya Bungo adalah satu-satunya area yang masih bisa dijelajahi untuk proyek biofuel karena sebagian besar lahan lainnya di distrik Batanghari, Muaro Jambi, Sarolangun, Merangin, dan Tebo, Jambi dikelola oleh penduduk lokal dan perusahaan swasta.

Pemerintah Indonesia berada dalam pembangunan bahan bakar alternatif, dan menginginkan biofuel untuk sekitar 10% dari portofolio energi negara tahun 2010.

Pemerintah telah mengumumkan satu program untuk membangun 11 pabrik biofuel, dengan target produksi 187 juta liter tahun 2007 dan 1,3 miliar liter tahun 2010.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana mengeluarkan peraturan yang akan mempercepat pembangunan tanaman penghasil biofuel, begitu juga pabrik pemrosesannya.

Tanggal 24 Juli pemerintah juga mengumumkan bahwa 6,5 juta hektar lahan kosong yang akan dialokasikan untuk investor yang tertarik dalam penanaman tumbuhan biofuel seperti sawit, tebu, jarak, dan ketela pohon.

Dispesifikasikan bahwa 3 juta hektar dari total lahan akan dialokasikan untuk sawit, 1,5 juta hektar untuk jarak, 500.000 hektar untuk tebu, dan 1,5 juta hektar untuk ketela pohon.

Sumber : www.ogj.com