Select Page

Perusahaan minyak multinasional di Nigeria telah menutup 210.000 barrels produksi minyak mentah hariannya setelah kebocoran pada pipa.

Perusahaan minyak multinasional di Nigeria telah menutup 210.000 barrels produksi minyak mentah hariannya setelah kebocoran pada pipa, menurut pejabat industri minyak, Selasa.

Tidak segera diketahui apa penyebab kebocoran pada jalur ini oleh Royal Dutch Shell PLC dan ChevronTexaco Corp.

Don Campbell, juru bicara ChevronTexaco, mengatakan kebocoran di pipa ini menghabiskan sebanyak 30.000 barrels per hari.

Juru bicara Shell mengatakan masalah ini pertama kali diketahui Jumat pada pipa di Sungai Nembe, di tenggara Rivers State. Insiden ini tidka terjadi di area operasi Nigeria.

Pipa ini ditutup selama akhir minggu. Penguasa mencoba menentukan penyebab kebocoran, api penduduk di wilayah ini mencegah investigasi, kata juru bicara Shell.

Juru bicara mengatakan bahwa hingga investigasi awal selesai, tidak mungkin mengatakan masalah ini bisa diperbaiki.

Wilayah Niger Delta telah menjadi ajang perselisihan antara perusahaan minyak dan komunitas yang telah nertahun-tahun meminta bagian kekayaan yang lebih besar dari produsen minyak mentah Afrika ini.

Nigeria adalah eksportir minyak terbesar Afrika dan pemasok minyak mentah terbesar ke-lima ke US. Negara ini menghasilkan sekitar 2,5 juta barrel minyak per hari.

Dengan kebocoran ini, Shell telah menutup 653.000 barrels per hari dalam produksinya. Raksasa Anglo-Dutch telah menderita beberapa serangan militan bersenjata tahun ini. Pada keadaan normal lebih dari setengah dari 2,5 juta barrel minyak dihasilkan di Nigeria per hari.

Sumber : edition.cnn.com

Share This