Select Page

Pemberontak Marxist, Rabu, menewaskan dua tentara Kolombia dan dua pekerja yang sedang berusaha untuk memperbaiki pipa terbesar ke-dua di negara itu.

Pemberontak Marxist, Rabu, menewaskan dua tentara Kolombia dan dua pekerja yang sedang berusaha untuk memperbaiki pipa terbesar ke-dua di negara itu, yang ditutup awal minggu ini setelah serangan gerilya, menurut sumber angkatan bersenjata pada Reuters.

Pipa Cano Limon-Covenas sepanjang 780 km (480 mil) menghentikan pemompaan minyak, Minggu, setelah serangkaian serangan oleh pemberontak sayap kiri, menurut sumber angkatan bersenjata.

Pipa ini memompa minyak yang diekstrak dari lapangan Cano Limon yang dioperasikan oleh Occidental Petroleum. Output lapangan minyak yang sekitar 60.000 barrel minyak per hari, juga berbagi dengan perusahaan negara Kolombia, Ecopetrol, dan Repsol YPF, Spanyol.

Seorang pejabat Ecopetrol mengatakan produksi minyak dan ekspor tidak terpengaruh oleh penutupan dan pipa akan bisa diperbaiki dalam beberapa hari.

Rabu, gerilya menggunakan peledak untuk membunuh dua pekerja yang sedang mencoba memperbaiki pipa dan dua tentara yang mengawalnya.

Pipa ini telah sering diserang oleh kelompok pemberontak yang melawan investasi asing di sektor minyak Kolombia, walaupun serangan telah menurun dalam beberapa tahun ini.

Pemerintah Kolombia dan gerilya sayap kiri telah terlibat dalam perang empat dekade yang telah membunuh ribuan orang dan memaksa pindah jutaan orang dari rumahnya.

Sumber : www.washingtonpost.com

Share This