Para pejabat energi Uganda dan Kenya akhirnya sepakat untuk mengakhiri penundaan pemberian proyek Perpanjangan Pipa Minyak.

Penulis : Angelo Izama

Para pejabat energi Uganda dan Kenya akhirnya sepakat untuk mengakhiri penundaan pemberian proyek Perpanjangan Pipa Minyak.

Raksasa minyak milik Libya, Tamoil, 21 Juli lalu, diinformasikan oleh Sekretaris Permanen kedua negara bahwa mereka telah memiliki penawaran yang ‘bermanfaat secara ekonomi’.

Akhirnya, Tamoil Afrika Timur, perusahaan lokalnya, telah diundang untuk negosiasi yang dijadwalkan pada 17 Agustus.

‘Pemberian proyek ini akan tergantung pada keberhasilan negosiasi dan perjanjian’ menurut surat yang ditandatangani oleh Mr Kabagambe Kalisa dan Patrick Nyoike, dari Kenya.

Jika selesai, proyek pipa diharapkan akan memuluskan pasokan produk minyak ke Uganda dengan kapasitas 1,2 m3 produk petroleum termasuk petrol, diesel, dan kerosin.

Saat ini, Uganda mengandalkan transportasi minyak dengan truk dari pantai.

Pengumuman pemenang adalah yang paling penting dalam sektor mineral dan energi, yang telah mengambang dengan penemuan komersial deposit minyak viable di Uganda barat, begitu juga uranium.

Ketika dihubungi pada 22 Juli, Mr Fisher Kasule, Manajer Proyek Tamoil, mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima pemberitahuan akan pemberian ini, mengacu pada Daily Monitor, mengutip Mr Habib Kagimu.

Kagimu adalah ketua dan pemegang saham perusahaan, tapi dilaporkan sedang berada di Libya.

‘Kami kembali setelah proses yang turbulen, yang mejadi penting untuk melegitimasi hasil akhir dalam proses penawaran,’ kata Godfrey Mugabi, Acting Managing Director dari Tamoil.

Penawaran proyek yang telah dibukukan sejak 90-an, terkendala setelah salah satu dari empat penawar, MS Petronet, mengeluh karena merasa tidak diperlakukan adil dengan dikeluarkan dari proses penawaran. Perusahaan lainnya yang bersaing dalam proyek $ 110 juta adalah Chinese Petroleum Pipeline Engineering Corporation dan Misa/inc/Shell.

DutchOil invest Group, perusahaan yang berbasis di Eropa untuk Libya, menjalankan Tamoil.

Merk terkenal di Eropa untuk jaringan stasiun bahan bakarnya, Tamoil juga sponsor kaus klub sepakbola Italia, Juventus. Ekspansi bisnisnya di Afrika melanjutkan tren, yang dikatakan para pengamat adalah lomba baru untuk sumber alam Afrika, khususnya minyak, dan mineral lainnya.

Sumber : allafrica.com