Select Page

Minyak mendekati $ 75 per barrel, Jumat, naik untuk hari ke-tiga karena keluaran ekspor Nigeria terancam diundur tahun depan dan kekerasan yang tak kunjung reda di Timur Tengah membuat para pedagang berhati-hati.

Minyak mendekati $ 75 per barrel, Jumat, naik untuk hari ke-tiga karena keluaran ekspor Nigeria terancam diundur tahun depan dan kekerasan yang tak kunjung reda di Timur Tengah membuat para pedagang berhati-hati.

Minyak mentah US jenis light sweet naik 9 cents menjadi $ 74,63 per barrel, menambah penguatan Kamis kemarin 60-cent, sementara minyak mentah brent London naik 15 cents menjadi $ 75,16 per barrel, menjaga premium karena Eropa tertahan pada kondisi yang lebih ketat.

Royal Dutch Shell, operator asing terbesar Nigeria, tidak mengharapkan jumlah yang ‘signifikan’ dari produksinya yang ditutup karena serangan yang berlanjut hingga sebelum akhir tahun, menurut CEO Jeroen van der Veer.

Shell menutup 455.000 barrels per hari (bpd) outputnya bulan Februari karena kekerasan militan dan 180.000 bpd lagi pada akhir minggu karena kebocoran pipa, walaupun bisa berjalan lagi lebih cepat karena perbaikan selesai, katanya, Rabu.

Produksi di Nigeria telah menurun sebanyak seperempatnya, terutama karena serangan militan, mempengaruhi hampir 1% pasokan global, kata Tobin Gorey, analis komoditas di Commonwealth Bank of Australia.

‘Sementara itu belum terdengar banyak, ini penting karena pasokan ketat dan karena jenis minyak mentah dari Nigeria sangat bernilai,’ katanya dalam sebuah catatan. ‘Saat ini tidak terlihat prospek pasokan dalam waktu dekat kembali ke pasar.’

Shell mendeklarasikan force majeure dalam pengangkutan minyak mentah Bonny Nigeria, Rabu, sementara sebuah serangan pada stasiun aliran Agip membuat pemotongan yang signifikan dalam output perusahaan Italia ini.

Menambah ketegangan psikologi pasar, Israel menarik 15.000 tentara cadangannya dalam konflik lama 17 hari dengan Hizbollah menunjukkan beberapa tanda mereda, dengan divisi diplomatik meluaskan himbauan Presiden George W. Bush untuk segera melakukan gencatan senjata dengan Lebanon.

Pada pertemuan di Kuala Lumpur, Jumat, negara-negara Asia dan rekan keamanan termasuk US dan Rusia akan fokus pada kekerasan Timur Tengah, yang ditakutkan para pedagang akan membahayakan ekspor dari wilayah yang memompa sepertiga minyak mentah dunia itu.

Harga juga meningkat karena penurunan dalam inventori gasolin US, yang disebabkan keluaran kilang dan permintaan yang kuat, yang naik 1,8% dari setahun lalu, $ 3 per gallon.

Di Jepang, dimana permintaan minyak lemah musim panas ini, karena cuaca lebih dingin dan basah menghalangi liburan, pengilang menetapkan untuk meningkatkan produksi di bulan Agustus setelah saham gasolin turun ke level terendahnya hampir dua tahun ini.

China membukukan pertumbuhan permintaan yang kuat pada kuartal ke-dua, tapi melambatnya impor bahan bakar minyak dan ekspor diesel menandakan peningkatan yang kecil dalam bulan-bulan mendatang, kata para pedagang.

Sumber : futures.fxstreet.com

Share This