Pipa minyak Irak ke Turki yang disabotase telah diperbaiki, dan ekspor akan dilanjutkan ke pelabuhan Ceyhan.

Pipa minyak Irak ke Turki yang disabotase telah diperbaiki, dan ekspor akan dilanjutkan ke pelabuhan Ceyhan, menurut Menteri Perminyakan Hussain al-Shahristani, Minggu.

‘Kami telah memperbaiki pipa, dana akan melanjutkan ekspor ke Ceyhan,’ katanya kepada reporter.

Shahristani tidak mengatakan kapan ekspor akan dimulai, tapi narasumber senior di kementrian perminyakan mengatakan pada Reuters bahwa Irak telah memperbaiki hanya salah satu dari dua pipa ekspor, dan akan memakan waktu sebelum perbaikan selesai.

Sabotase dua pipa telah menyebabkan ekspor utara Irak menganggur sejak 9 Juli.

Lanjutan kembali ekspor bulan lalu setelah 7 bulan penghentian karena serangan bom telah meningkatkan harapan peningkatan besar dalam penjualan ekspor dan pendapatan untuk Irak. Negara telah mencoba meningkatkan keamanan dengan menempatkan satuan keamanan untuk melindungi pipa.

Pipa telah sebagian besar tidak digunakan karena sabotase sejak invasi ke Irak yang dipimpin US, Maret 2003. Minyak adalah sumber utama negara yang dibutuhkan untuk membangun kembali ekonominya.

Industri membutuhkan investasi miliaran dollar untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan output setelah tahun-tahun sanksi, perang dan kesalahan pengelolaan.

Shahristani mengatakan jika dilanjutkan, ekspor utara akan dimulai pada laju 600.000-700.000 barrel per hari. Narasumber senior di kementrian perminyakan secara terpisah mengatakan ekspor diharapkan dimulai dalam beberapa hari ini.

Irak harus menarik investasi dari perusahaan-perusahaan minyak internasional jika ingin mencapai target produksi jangka panjang Shahristani yaitu 4,3 juta bpd dalam empat tahun ke depan dan antara 6 juta dan 8 juta bpd tahun 2015.

Sumber : www.timesofoman.com