Select Page

Minyak melonjak kembali ke US$ 76, Selasa, karena Israel meningkatkan serangan ke Lebanon, mengabaikan himbauan untuk mengakhiri perang, dan penyabotase kembali menyerang pipa ekspor minyak utara Irak.

Minyak melonjak kembali ke US$ 76, Selasa, karena Israel meningkatkan serangan ke Lebanon, mengabaikan himbauan untuk mengakhiri perang, dan penyabotase kembali menyerang pipa ekspor minyak utara Irak.

Kekerasan di Timur Tengah, yang memompa sepertiga minyak dunia, menjaga harga dalam rekor tinggi Juli, US$ 78,40 per barrel.

Pada 1710 GMT, minyak mentah brent London naik US$ 1,05 pada US$ 76,20 dan minyak mentah US naik 75 cents pada US$ 75,15.

Brent Laut Utara telah membuat premium langka dalam minyak US karena pasar Eropa lebih terpengaruh langsung oleh kecemasan dan kenyataan gangguan pasokan di Nigeria, Rusia dan Timur Tengah.

‘Minyak adalah barometer geopolitik saat ini,’ kata James Neale, seorang analis dari Citigroup Investment Research.

Pasar minyak berada di tepi, perang di Lebanon bisa menyedot produsen minyak Iran dan Syria, dan mengganggu ekspor dari wilayah ini.

Tiga minggu setelah perang meletus ketika Hizbollah menangkap dua orang tentara Israel, kabinet keamanan Israel sepakat untuk meningkatkan serangannya, mengikuti kelompok yang menyapu 6-7 km (4 mil) ke dalam Lebanon, kata seorang narasumber politik.

‘Saya kira tidak akan ada resolusi yang cepat dan mudah. Bahkan jika penjaga keamanan PBB pergi ke Lebanon juga, berarti ada kelompok ke-tiga terjebak di rawa, ‘ kata Tony Nunan, seorang manajer dari Mitsubishi Corp, Tokyo, Jepang.

Sabotase pipa yang membawa minyak mentah dari lapangan minyak utara Irak ke pelabuhan Ceyhan Turki memaksa rencana restart ekspor di sepanjang rute ini.

Irak telah berusaha untuk mengangkat ekspornya menjadi level 2 juta per hari terlihat sebelum invasi US Maret 2003. Sabotase menyebar dan pipa minyak utara telah menganggur selama berbulan-bulan.

Kebersikerasan Iran atas program nuklirnya juga mendukung harga. Presiden Mahmoud Ahmadinejad bersikeras akan hak Iran untuk menghasilkan bahan bakar nuklir, merespon atas resolusi PBB yang meminta Teheran menghentikan pekerjaan atomnya 31 Agustus.

Perselisihan telah membantu mengangkat minyak 21% tahun ini.

‘Skenario terbaik … adalah dilanjutkannya negosiasi dan menjadi lebih berlarut-larut, sementara yang terburuk adalah hal ini menjadi lebih parah. Apapun itu, tampaknya tidak akan ada solusi yang yang cepat,’ kata Nunan.

Kenaikan lebih dari 14% dalam harga gas alam US, Senin, mengikuti beberapa keluaran plant dan gelombang panas ke seluruh negara juga mengangkat kompleks energi, mungkin merubah beberapa permintaan pembangkitan listrik kembali ke produk minyak.

Analis dari Deutsche Bank, Michael Lewis, mengatakan para pedagang akan mengamati data penyimpanan gas alam yang akan keluar kamis, karena panas yang ekstrim di US.

‘Telah ada permintaan industri untuk gas karena relatif murah dibandingkan lainnya,’ katanya.

Cadangan minyak US akan dikeluarkan 1430 GMT, Rabu. Cadangan minyak mentah US diperkirakan turun 1 juta barrel minggu lalu, menurut polling Reuters. Analis melihat cadangan petrol berkurang 1,7 juta barrel, dengan lebih dari sebulan lalu sebelum akhir musim berkendaraan musim panas.

Kilang terbesar Eropa, Pernis plant milik Shell, di Rotterdam, masih mencoba membawa kembali produksi penuh petrol setelah kegagalan teknis 14 Juli, menurut seorang juru bicara. Juga menderita kebakaran 29 Juli setelah kebocoran nafta.

‘Mereka memaksa plant dengan begitu keras, (masalah pengilangan) tidak akan menjadi lebih baik,’ kata analis SGCIB, Deborah White.

Sumber : www.nzherald.co.nz

Share This