Select Page

Kenya Pipeline Corporation (KPC), perusahaan yang memasok minyak mentah kilangan untuk wilayah Afrika timur, mengatakan memerlukan suntikan modal segera sebanyak 88 ujta US dollar untuk ekspansi kapasitas pasokan minyaknya.

Kenya Pipeline Corporation (KPC), perusahaan yang memasok minyak mentah kilangan untuk wilayah Afrika timur, mengatakan, Rabu, memerlukan suntikan modal segera sebanyak 88 juta US dollar untuk ekspansi kapasitas pasokan minyaknya.

Managing Director KPC George Okungu mengatakan pada konferensi pers di Nairobi bahwa ia memerlukan 145 juta dollar dalam lima tahun ke depan untuk meningkatkan provisi pelayanannya di wilayah itu, mulai dengan rencana meningkatkan kapasitas pemompaan pipa dan rencana untuk membangun dermaga minyak baru di Kisumu.

Okungu memperingatkan bahwa ekonomi regional, khususnya Uganda, Tanzania, Rwanda dan Republik Demokratik Congo, yang tergantung akan produk minyak kilangan dari Kenya, akan menderita jika perpanjangan pipa tidak segera dilakukan.

Perusahaan pipa minyak mengatakan konsumsi produk petroleum yang meningkat di wilayah Afrika Timur telah memberi tekanan pada instalasi pipa yang ada dan perlu dilakukan ‘peningkatan kapasitas secepatnya’ uintuk memenuhi permintaan dalam jangka pendek.

‘Jika KPC tidak memenuhi permintaan yang sedang tumbuh ini dalam jangka menengah, pengiriman pelayanan di Kenya dan ekonomi regional akan berat untuk dikompromikan,’ kata Okungu pada jurnalis di Nairobi.

Kenya dan Uganda saat ini mengejar proyek perpajangan pipa bersama yang bertujuan untuk menghubungkan pipa minyak ke Kampala dari kota terbesar ke-lima Kenya, Eldoret, dengan jarak sekitar 300 km. Pipa minyak saat ini terbentang dari Mombasa.

Para ahli telah membuktikan viabilitas proyek perpanjangan pipa dan konsultasi dengan rekan joint venture untuk menjalankan pipa sedang dilakukan.

‘Pemerintah kedua negara (Kenya dan Uganda) akan membuat keputusan final segera,’ Okungu mengatakan pada konferensi pers di Nairobi. ‘Proses negosiasi dilakukan setelah penyelesaian proses penilaian,’ tambahnya.

Okungu mengatakan dana juga memungkinkan perusahaan untuk secara efektif menyuntikkan modal untuk proyek perpanjangan pipa ini.

Perusahaan Kenya berencana membangun fasilitas peyimpanan minyak di Kigali, Rwanda.

‘Sejumlah uang substansial ini harus direncanakan dengan hati-hati untuk cadangan mulai saat ini, sehingga investasi yang kritis ini bisa didanai,’ kata Mwanyengela Ngali, ketua dewan KPC.

Sumber : english.people.com.cn

Share This