Select Page

Royal Dutch Shell mengatakan, akan kembali menentukan rute pipa gas di Irlandia barat, seperti direkomendasikan oleh mediator wilayah, tapi penduduk lokal yang telah menunda proyek mengatakan protes akan dilanjutkan.

Royal Dutch Shell mengatakan, kemarin, akan kembali menentukan rute pipa gas di Irlandia barat, seperti direkomendasikan oleh mediator wilayah, tapi penduduk lokal yang telah menunda proyek mengatakan protes akan dilanjutkan.

“Kami telah sepakat untuk mengimplementasikan semua rekomendasi dalam Independent Safety Review,” Andy Pyle, Managing Director Shell E&P Irlandia, mengatakan.

“Pipa ini aman. Inilah waktunya untuk proyek ini maju dan kami yakin inilah jalan terbaik untuk melakukannya sehingga memodifikasi rute pipa.”

Perubahan ini diusulkan oleh mediator yang ditunjuk pemerintah setelah lima orang, yang disebut Rossport 5, tahun lalu menghabiskan hampir 100 hari di penjara karena melakukan protes atas pembangunan pipa yang mereka yakini terlalu dekat dengan perumahan.

Hukuman penjara – untuk menghina pengadilan karena melanggar larangan untuk tidak menghalangi pembangunan pipa – dipicu protes di seluruh Irlandia dan tuntutan pajak yang tinggi untuk perusahaan minyak.

Shell, yang berpartisipasi di lapangan gas lepas pantai Corrib adalah Statoil, Norwegia dan perusahaan berbasis di US Marathon Oil Corp., mengatakan hal ini juga mempertimbangkan memberikan legal proceeding atas para pemrotes.

Pekerjaan konstruksi $ 383 juta pipa telah ditunda tahun lalu.

Mark Garavan, seorang jurubicara untuk kampanye ‘Shell to Sea’ mengatakan proposal perusahaan jatuh “sedikit jauh dari harapan”.

“Kami memandang pernyataan ini memberi peningkatan atas situasi yang sangat serius sehingga mereka menyatakan maksud mereka untuk melanjutkan proyek ini,” katanya.

Para pelawan tidak hanya keberatan atas rute pipa, tapi juga menginginkan Shell memroses gas di offshore shallow water platform dari pada di onshore.

Sumber : www.thepeninsulaqatar.com

Share This