Select Page

Indonesia berencana menjual saham yang dipegang pemerintah dalam perusahaan distribusi gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dalam waktu tiga bulan.

Indonesia berencana menjual saham yang dipegang pemerintah dalam perusahaan distribusi gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dalam waktu tiga bulan, menurut menteri negara BUMN, Selasa.

Pemerintah memiliki 59,5% saham dalam perusahaan itu, senilai sekitar $ 3,9 miliar pada harga saham saat ini.

Menteri Sugiharto tidak menspesifikasi ukuran saham yang akan pemerintah jual dan apa yang diharapkan penguasa dari penjualan tersebut.

‘Saya yakin dalam waktu singkat, dalam tiga bulan, kami harus menjual saham ini,’ katanya pada reporter.

‘Dengan proyek pipa antara Sumatra dan Jawa Barat, investor harus melihat prospek yang lebih baik untuk pendapatan perusahaan, sehingga harga saham seharusnya naik,’ tambahnya.

PGN, dengan kapitalisasi pasar sekitar $ 6,5 miliar, adalah perusahaan kedua terbesar di bursa efek Jakarta setelah perusahaan milik negara telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Harga saham PGN naik lebih dari 4% Selasa, melewati 0,47% penurunan di Jakarta Composite Index, setelah Merrill Lynch menurun ratingnya.

Perdagangan menunjukkan potensi penjualan menurun dalam saham pemerintah dalam perusahaan sebagai faktor dibalik keputusan untuk menurunkan rating.

Sumber : today.reuters.com

Share This