Saudi Aramco dan Total telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) komprehensif akan rencana pembangunan 400000 barrel per hari kilang konversi penuh kelas dunia, Jubail, Saudi Arabia.

Saudi Aramco dan Total telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) komprehensif akan rencana pembangunan 400000 barrel per hari kilang konversi penuh kelas dunia, Jubail, Saudi Arabia.

Kilang yang diusulkan akan dirancang untuk memroses minyak mentah Arab dan akan menghasilkan produk kilang berkualitas tinggi yang memenuhi spesifikasi produk saat ini dan masa depan. Proyek ini dijadwalkan start up tahun 2011.

“Usulan proyek ini mewakili peluang bagus untuk membangun strategi Kerajaan akan permintaan energi global sementara menarik investasi asing untuk mengekspansi ekonominya,” kata Abdallah S Jum’ah, presiden dan CEO Saudi Aramco. “Saya bangga Saudi Aramco bisa mendukung Kerajaan dalam proses ini, dan saya senang teman-teman kami dan dari Total akan menjadi rekan kami dalam proyek kelas dunia ini,” tambahnya.

“Total bangga terpilih oleh Saudi Aramco untuk membangun kilang konversi tinggi yang efisien yang akan menyediakan negara dengan kapasitas yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda dalam produk petroleum kilangan,” kata Thierry Desmarest, kepala dan CEO Total. “Perjanjian ini menguatkan keberadaan kami di Saudi Arabia dan melalui proyek jangka panjang ini akan memperkuat kerjasama yang erat dengan Saudi Aramco,” tambahnya.

MOU yang menetapkan perjanjian antara Saudi Aramco dan Total merupakan parameter kunci proyek, konfigurasi proyek, dan rentang luas dari teknis besar, komersial, hukum, dan syarat finansial.

Untuk melanjutkan secepat mungkin dengan proyek, pihak-pihak ini telah sepakat untuk melaksanakan tanpa ada penundaan dalam studi komprehensif bersama front-end engineering and design (FEED). Dokumen definitif untuk mengimplementasikan proyek akan dinegosiasikan secara paralel dengan studi FEED bersama.

Dalam hal struktur komersial proyek, Saudi Aramco dan Total telh sepakat untuk membentuk perusahaan joint venture, dengan masing-masing memegang kepemilikan interest 35%. Subjek untuk meminta persetujuan regulatori, kedua pihak merencanakan menewarkan hingga 30% interest dalam proyek kepada publik Saudi.

Saudi Aramco akan memasok proyek dengan 400000 barrel per hari minyak mentah berat Arab. Saudi Aramco dan Total akan berbagi pemasaran produksi kilang.

Berbicara mengenai penandatanganan MOU, Jum’ah menjelsakan pentingnya proyek terakhir ini: “Industri kita berada di tengah periode perubahan yang hebat, dan saya akan membantah, pada persimpangan bersejarah – atau seperti pepatah lama katakan, kita hidup dalam waktu yang menarik. Kita menghasilkan lebih banyak energi daripada waktu manapun dalam sejarah, mengoperasikan lebih efisien daripada sebelumnya, dan terus memiliki dampak besar pada masyarakat dan ekonomi di seluruh dunia. Tapi apa yang telah diperoleh industri petroleum dalam efisiensi kita telah kehilangan fleksibilitas, sebagai bagian dari chronic global underinvestment dalam fasilitas dan infrastruktur.”

Ia lalu melanjutkan untuk menjelaskan pentingnya downstream investment terhadap ekonomi negara. “Mungkin tidak ada sepanjang nilai, apakah kita melihat kapasitas seketat di bidang pengilangan. Minyak mentah memiliki keguaan yang sedikit untuk pengguna akhir hingga dikilang menjadi produk berguna, dan saat ini, kemampuan industri kita sedang dilebarkan. Itulah mengapa downstream investments – seperti kilang ekspor Jubail – sangat kritis saat ini, dan mengapa perusahaan dengan visi ke depan seperti Total dan Saudi Aramco bekerja dengan rajin untuk memenuhi tantangan pengilangan. Fasilitas ini khususnya, dengan kemampuan untuk memroses kuantitas besar minyak mentah berat, bukan hanya mengatasi kapasitas kilang yang ketat tapi juga ditujukan untuk mengatasi ketidakseimbangan antara pasokan minyak mentah yang tersedia dengan konfigurasi kilang yang rumit dalam situasi pasar saat ini.”

Sumber : www.engineerlive.com