Select Page

Sebuah tim internasional untuk penelitian ilmiah telah melaorkan pengetahuan yang lebih luas mengenai bagaimana deposit gas hidrat terbentuk di alam, setelah ekspedisi ilmiah pemboran laut di pantai barat Kanada.

Sebuah tim internasional untuk penelitian ilmiah telah melaorkan pengetahuan yang lebih

luas mengenai bagaimana deposit gas hidrat terbentuk di alam, setelah ekspedisi ilmiah pemboran

laut di pantai barat Kanada. Bahaya geologi alami, gas hidrat sebagian besar adalah gas alam,

sehingga akan secara signifikan memberi dampak perubahan iklim global. Tim peneliti, didukung

oleh Integrated Ocean Drilling Program (IODP), menerbitkan penemuannya, ‘Hydrate

Transect Across Northern Cascadia Margin,’ pada 15 Agustus 2006, edisi EOS, diterbitkan oleh

American Geophysical Union.

Berlawanan dengan harapan yang ada mengenai bagaimana deposit gas hidrat terbentuk,

co-chief ekspedisi IODP Michael Riedel, dari McGill University, Montreal, mengkonfirmasi, “Kami

menemukan kejadian anomali tentang konsentrasi tinggi gas hidrat di area yang relatif dangkal,

50-120 m dibawah dasar laut.”

Pihak ilmuwan menggunakan fasilitas pemboran dan laboratorium penelitian vessel US,

JOIDES Resolution, dalam ekspedisi 43-hari di musim gugur 2005 selama mengambil sampel inti

dari area geologis yang dikenal dengan Cascadia Margin (utara). Deposit gas hidrat biasanya

ditemukan dibawh dasar laut di lokasi lepas pantai dimana kedalaman air melebihi 500 m, dan di

wilayah permafrost Arktik. Gas hidrat tetap stabil hanya dalam temperatur rendah dan tekanan

relatif tinggi.

Ilmuwan co-chief IODP Timothy S. Collett dari U.S. Geological Survey menyatakan, “Setelah

berulang kali memperoleh konsentrasi tinggi gas hidrat di lapisan sedimen kata pasir, kami

melaporkan dukungan penuh untuk ukuran bulir sedimen sebagai faktor pengendali dalam

pembentukan gas hidrat.” Sebelum pemboran, para ilmuwan mengantisipasi bahwa gas hidrat

akan lebih konsentrat di level yang lebih dalam dibawah dasar laut dan terdistribusi diantara

berbagai ukuran bulir yang terdiri dari sedimen.

Integrated Ocean Drilling Program (IODP) adalah program penelitian laut internasional

yang didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman ilmiah akan Bumi, biosfer dalam, perubahan

iklim, dan proses Bumi dengan mengambil sampel dan mengawasi lingkungan sub-dasar laut.

IODP didukung oleh dua agensi: US National Science Foundation, dan Kementrian Pendidikan,

Budaya, Olahraga, Ilmu dan Teknologi, Jepang. Dukungan lainnya berasal dari konsorsium Eropa

yang terdiri dari 17 negara, RRC, dan Korea Selatan. Operasi pemboran IODP yang disponsori US

dilakukan oleh JOI Alliance; yang terdiri dari Joint Oceanographic Institutions, Texas A & M

University Research Foundation, dan Lamont-Doherty Earth Observatory dari Columbia

University.

Sumber : www.sciencedaily.com

Share This