Select Page

Operator pipa Bolivia Transierra SA, Selasa mengatakan akan merubah janji investasi untuk komunitas Indian menjadi upfront cash payment.

Operator pipa Bolivia Transierra SA, Selasa mengatakan akan merubah

janji investasi untuk komunitas Indian menjadi upfront cash payment – sebuah kunci yang

diminta pemrotes Guarani yang menduduki stasiun kendali pipa gas alam, empat hari yang lalu.

Tapi perusahaan juga mengindikasikan akan bernegosiasi dalam mempercepat pembangunan

proyek dalam pembicaraan yang akan dilanjutkan Jumat, dalam hari yang sama kelompok Indian

mengancam memotong pengiriman lebih dari sepertiga pasokan gas alam ke Brazil. Lebih dari 200

Guarani telah menempati stasiun di Parapeti, 400 mil (600 km) tenggara ibukota La Paz, sejak Sabtu

untuk meminta kendali $ 9 juta investasi yang dijanjikan dalam komunitasnya.

Manajer bisnis Transierra, Jorge Boland, mengatakan pada The Associated Press, Selasa, bahwa

perusahaan tidak akan merubah syarat kontrak yang memperluas konsesi lebih dari 20 tahun

inisiatif komunitas yang ditukar untuk pembangunan pipa yang melewati tanah Guarani. Tapi,

katanya Transierra ‘mau mempercepat dan membuat (proyek pembangunan yang dijanjikan) lebih

fleksibel.’

Transierra – yang dimiliki bersama oleh perusahaan minyak negara Brazil, Petroleo Brasileiro SA,

atau Petrobras, perusahaan Spanyol-Argentina, Repsol YPF dan Total SA, Perancis – sejauh ini

menghabiskan sekitar $ 250.000 dalam proyek Guarani dibawah kontrak 2005 dengan Guarani

People’s Assembly. Negosiasi antara pemerintah Bolivia, Transierra, dan para pemimpin Guarani

akan dilanjutkan Jumat.

Seorang juru bicara Guarani telah memastikan akan kecemasan para pejabat perusahaan gas,

bahwa orang-orang yang menduduki stasiun akan menahan diri dari merokok atau menyalakan api

dimaapun dekat gas valve, yang bisa memicu ledakan. Sebagian besar berkemah di luar

fasilitas dimana kelompok kecil mind valve di dalam dengan giliran searah jarum jam.

‘(Indian) mengatakan tidak akan menyentuh apapun,’ kata Boland, Transierra. ‘Kami semua

berharap semuanya berakhir baik.’ Pendudukan ini telah menyorot ketergantungan Brazil akan gas

alam Bolivia, titik lemah antara kedua negara, menyusul nasionalisasi industri petroleum presiden

Bolivia Evo Morales, 1 Mei.

Brazil mengimpor 26 juta m3 gas setiap hari dari Bolivia, dengan 14,5 juta m3 melewati

valve Parapeti. Bolivia adalah sumber untuk 60% dari semua gas alam yang dikonsumsi oleh

Brazil. Kementrian Luar Negeri Brazil mengeluarkan pernyataan, pemerintah mengikuti

pembicaraan ‘dengan perhatian yang besar.’

Pemerintahan Morales – presiden Indian Bolivia pertama – telah terdiam dalam pendudukan ini,

terlihat sebagai granat tangan politik melubangi basis kekuatannya yang lemah, Indian pedalaman

melawan bisnis domestik dan asing yang cemas akan gerakannya menasionalisasi sumber daya

alam.

Sumber : www.easybourse.com

Share This