Select Page

RANHILL Bhd, menetapkan untuk membor sumur pertamanya di Filipina Juni tahun depan dan

menargetkan untuk memperoleh produksi pertamanya 18 bulan setelah itu.

Penulis : Dalila Abu Bakar

RANHILL Bhd, menetapkan untuk membor sumur pertamanya di Filipina Juni tahun depan dan

menargetkan untuk memperoleh produksi pertamanya 18 bulan setelah itu.

CEO Ranhill Energy Sdn Bhd David Lamb mengatakan perusahaan telah memperoleh persetujuan dari

Department of Energy (DOE) Filipina untuk mengambil alih 90% saham dari PhilMal Petroenergy dan

mengoperasikan Blok SC-49, yang terletak di Pulau Cebu, FIlipina.

10% saham lainnya dipegang oleh PhilMal Petroenergy.

Direktur Ranhill Datuk Chandrasekar Suppiah mengatakan perusahaan sedang berada di tengah

pekerjaan studi geologi dan geofisika, untuk menentukan lokasi pemboran.

Blok SC-49 meliputi area seluas 265.000 ha dan terletak sebagian di onshore di Pulau Cebu dan

sebagian di lepas pantai Selat Teton dan Selat Cebu.

Kontrak pelayanan berlangsung selama 35 tahun. Tujuh tahun pertama adalah untuk eksplorasi, yang

bisa diperpanjang untuk 3 tahun lagi.

Perusahaan akan membor 4 sumur dalam waktu 7 tahun.

Jika ditemukan minyak atau gas komersial, periode produksi akan berlangsung selama 25 tahun.

Menurut Chandrasekar, perusahaan telah berkomitmen untuk mengeluarkan sekitar US$ 600.000 (RM

2,18 juta) selama 2006/2007 untuk melaksanakan pekerjaan eksplorasi.

Katanya, perusahaan yakin bahwa disana terdapat peluang yang sangat besar dalam menemukan gas

atau minyak di blok SC-49, karena terdiri dari bagian menjanjikan dari Basin Visayan, dimana terdapat

permukaan resapan.

Blok SC-40 ke utara telah menemukan gas dan baru-baru ini mendeklarasikan komersialitasnya.

Sumur-sumur eksplorasi sebelumnya, sebagian besar dangkal, dengan kedalaman kurang dari 500 m,

dan sekitar setengah dari sumur-sumur ini telah mengandung minyak dan gas, tapi tidak komersial.

Pengeksplorasi, di waktu lalu, mencari minyak karena tidak ada pasar untuk gas. Dengan harga minyak

yang sangat rendah di tahun 60-an dan awal 70-an, sebagia besar penemuan minyak non-komersial.

Sementara itu, Ranhill Energy juga telah menemukan reservoir gas baru di struktur Jatibarang di

Indonesia pada kedalaman 3.000-m pada Technical Assistance Contract dengan Pertamina. Lapangan gas

Jatirarangon terletak di 48 km tenggara Jakarta.

Sumber : www.btimes.co

m.my

Share This