Select Page

China National Petroleum Corporation (CNPC), produsen minyak terbesar China, telah memasuki dua

kontrak kerjasama dengan Uzbekistan, di Asia Tengah.

China National Petroleum Corporation (CNPC), produsen minyak terbesar China, telah memasuki dua

kontrak kerjasama dengan Uzbekistan, di Asia Tengah.

Jurnail in-house perusahaan mengumumkan ratifikasi perjanjian bagi hasil pada hari Rabu,

dengan Uzbekneftegaz, Uzekistan; Lukoil, Rusia; Petronas, Malaysia; dan National Oil Corporation, Korea

Selatan, untuk mengeksplorasi dan membangun deposit gas alam prospektif di Laut Aral.

Kontrak ini ditandatangani setelah CNPC menerima ijin eksplorasi di lima blok onshore di

Uzbekistan sekitar sepuluh hari yang lalu.

Peluncuran dua proyek ini membawa negara-negara ini menerima investasi dari CNPC hingga 24.

Uzbekistan mengklaim area 10.000 km2 di Laut Aral, yang dianggap memiliki cadangan minyak dan gas

yang besar.

Rekanan ini berencana untuk mengumpulkan data seismik dan membor dua sumur wildcat pada

tiga tahun pertama. Lalu akan mendirikan sebuah joint venture untuk melaksanakan pekerjaan

eksplorasi, kata CNPC.

Uzbekistan memiliki cadangan minyak lebih dari lima miliar ton dan cadangan gas alam melebihi lima

triliun m3. Ini membuktikan cadangan minyak adalah 530 juta ton dan gas alam, 3,4 triliun m3.

CNPC menandatangani kontrak kerjasama migas dengan Uzbekneftegaz selama kunjungan Presiden

China Hu Jintao ke Uzbekistan bulan Juni 2004.

Kedua perusahaan menandatangani perjanjian eksplorasi untuk lima blok onshore pada Juni

tahun ini, dimana mereka akan mengumpulkan data seismik dua dan tiga dimensi dan membor 27 sumur

di area seluas 34.000 km2 dalam lima tahun.

Kedua proyek akan berguna bagi CNPC dalam eksplorasi gradual di negara ini dan mengandung potensi

penemuan migas dalam skala komersial yang baik, kata perusahaan.

Sumber :

Share This