Select Page

Libya mengharapkan perusahaan-perusahaan minyak internasional untuk berinvestasi lebih dari $ 7

miliar dan membantu menemukan tambahan 20 miliar barrel minyak ekuivalen dibawah master plan

eksplorasi 10-tahun.

Libya mengharapkan perusahaan-perusahaan minyak internasional untuk berinvestasi lebih dari $ 7

miliar dan membantu menemukan tambahan 20 miliar barrel minyak ekuivalen dibawah master plan

eksplorasi 10-tahun.

‘Rencana yang agresif telah diperkenalkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak hingga

mendekati level pada tahun 70-an,’ menurut Hussein Seddiq, manajer eksplorasi di NOC, Libya.

Produksi pada tahun 1970-an lebih dari 3 juta barrel per hari (bpd) dibandingkan dengan sekitar 1,6 juta

bpd saat ini.

‘Target master plan adalah untuk menemukan 20 miliar barrel minyak (ekuivalen)… Ini adalah

estimasi yang sangat konservatif,’ katanya, menambahkan bahwa rencana 2005-2015 akan terfokus pada

area perbatasan dan beresiko tinggi.

Putaran lisensi minyak Libya adalah sebagian dari tujuan untuk memperoleh teknologi eksplorasi dan

produksi yang hilang selama beberapa dekade karena sanksi Barat.

Seddiq mengadakan London roadshow, menyusul acara di Tripoli minggu lalu, untuk

meluncurkan putaran penawaran internasional ke-tiga sejak dihentikannya sanksi.

Katanya, akan ada empat atau lima putaran eksplorasi lanjutan yang menawarkan total 220 blok.

Putaran pertama menawarkan 57 blok, yang ke-dua 44 dan yang ke-tiga, yang penawarannya hingga 9

September, mengundang proposal dari perusahaan-perusahaan asing untuk 41 blok.

Master plan eksplorasi akan meminta pemboran 50 sumur eksplorasi setahun. Biaya, termasuk

ribuan km2 dari survey seismik dua dimensi dan tiga dimensi, akan sekitar $ 4 miliar.

Perhatian

NOC mengatakan kurang dari sepertiga dari Libya, telah dieksplorasi untuk hidrokarbon. Cadangan

yang diperkirakan adalah 37 miliar barrel sejauh ini telah menempatkannya diantara top 10 pemilik

cadangan minyak.

Seddiq mengatakan bahwa laju keberhasilan wildcat Libya adalah 24% antara 1957 dan 2004, laju

yang dikatakan mengesankan oleh eksekutif minyak Barat.

Ia menambahkan, tanpa terperinci, bahwa dalam jangka panjang Libya, bekerja sama dengan

perusahaan-perusahaan minyak internasional, diharapkan untuk menemukan lebih dari 100 miliar barrel

minyak ekuivalen.

Para eksekutif Barat yang menghadiri pertemuan, memberikan berbagai reaksi dalam presentasi.

Beberapa mengatakan wilayah yang ditawarkan lebih beresiko tinggi dibandingkan dengan putaran

sebelumnya, tapi mereka menghargai ketransparanan proses penawaran.

Mereka juga menyuarakan perhatiannya bahwa syarat-syarat ini bisa menghukum dalam light of a

trend untuk menghasilkan negara-negara untuk bekerja dalam menjaga bagian bersama kekayaan

energinya.

Mengenai harapan Seddiq untuk 20 miliar barrel, seorang eksekutif mengatakan: ‘Ini adalah puncak

penjualan, bukan? Anda memiliki rentang kemungkinan dan Anda jelas akan memilih yang terkuat.’

Sumber : business.

andnetwork.com

Share This