Bangchak Petroleum Plc, telah meluncurkan sebuah proyek untuk membeli minyak nabati bekas dari konsumen, untuk menghasilkan biodiesel dan membantu mendaur ulang miyak nabati yang akan menyebabkan resiko kesehatan dan masalah limbah.

Pengilang minyak besar Thailand, Bangchak Petroleum Plc, telah meluncurkan sebuah proyek untuk membeli

minyak nabati bekas dari konsumen, untuk menghasilkan biodiesel dan membantu mendaur ulang miyak nabati

yang akan menyebabkan resiko kesehatan dan masalah limbah.

Presiden Bangchak Anusorn Saengnimnuan dan Prince of Songkhla University (PSU), Rektor Kampus Hat Yai

Boonsom Siribamrungsuk menandatangni sebuah perjanjian untuk bekerjasama dalam memproduksi biodiesel dari

minyak nabati bekas, menurut laporan Thai News Agency, Senin.

Anusorn mengatakan Bangchak saat ini sedang membangun kilang biodiesel yang memiliki kapasitas 20.000 liter

per hari yang diharapkan akan selesai bulan November.

Kilang biodiesel akan menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh PSU dan biodiesel dari pabrik akan

dijual di stasiun gas Bangchak, katanya.

Lima stasiun petrol Bangchak di Bangkok akan mulai membeli minyak nabati bekas dari konsumen dengan harga

12 baht/kg, jika minyak memenuhi kriteria penerimaan perusahaan, seperti berwarna cerah dan tidak terkontaminasi

oleh air atau makanan.

Satu liter minyak nabati bekas bisa menghasilkan 0,9 liter bahan bakar biodiesel, menurut perusahaan.

Program ini merupakan jawaban untuk kebijakan pemerintah Thailand dalam mendukung penggunaan biodiesel

hingga 8,5 juta liter per hari, kata Anusorn, Bangchak mengharapkan akan memiliki 100 stasiun biodiesel yang

beroperasi akhir tahun ini.

Sumber : english.people.com.cn