Pemerintah Vietnam telah memutuskan untuk mengatur kembali perusahaan milik negara, Vietnam Oil and Gas Corporation (PetroVietnam).

Pemerintah Vietnam telah memutuskan untuk mengatur kembali perusahaan milik negara, Vietnam Oil and Gas

Corporation (PetroVietnam), menjadi grup ekonomi baru, membantu industri petroleum lokal yang dibangun

dengan cara berkesinambungan dan memastikan keamanan energi nasional, kata produsen migas terbesar Vietnam,

Selasa.

Grup Minyak dan Gas, yang akan resmi didirikan sebagai holding company pada pertengahan September

ini, akan digabungkan dalam lingkup bisnis yang berbeda dengan produsen yang besar dalam eksplorasi, produksi,

pemrosesan, dan distribusi minyak dan gas, kata PetroVietnam, menyebutkan juga bahwa akan berpartisipasi dalam

mengimpor dan mengekspor barang-barang terkait petroleum, pembangkitan listrik, dan menjalankan keuangan,

keamanan, perbankan dan layanan asuransi.

Vietnam mengekspor lebih dari 11,1 juta ton minyak mentah dengan total mendekati 5,8 miliar US dollar dalam

delapan bulan pertama, volumenya turun 6,5% tapi nilainya naik 20,3% dibanding periode yang sama tahun lalu,

menurut General Statistics Office.

Dalam periode delapan bulan, ia mengimpor lebih dari 7,7 juta ton produk petroleum senilai hampir 4,2 miliar

dollar, volumenya turun 3,8% tapi nilainya naik 25%.

Vietnam menargetkan produksi 18 juta ton minyak mentah dan 7 miliar m3 gas tahun ini, kata

PetroVietnam.

Negara ini memperkirakan akan mengimpor hanya 4 juta ton produk petroleum pada 2010, karena sedang

membangun beberapa kilang minyak dalam beberapa tahun mendatang. Dan permintaan untuk produk petroleum

pada 2010 diperkirakan 18-19 juta ton, menurut para ahli ekonomi lokal.

Pada akhir 2005, Vietnam mulai membangun kilang minyak pertamanya dengan kapasits kilang tahunan 6,5 juta

ton di provinsi Quang Ngai tengah. Kilang ini akan beroperasi akhir 2008 atau awal 2009.

Sumber : english.people.com.cn