itungan mundur dimulai untuk putaran enam, penawaran blok eksplorasi minyak dan gas

India.

Hitungan mundur dimulai untuk putaran enam, penawaran blok eksplorasi minyak dan gas

India dibawah New Exploration Licensing Policy (NELP-VI).

Penutupan penawaran untuk NELP-VI adalah 15 September, dan penyerahannya akan diumumkan pertengahan

Januari.

Hampir 70 perusahaan, konsultan, dan organisasi telah mengemukanan minatnya dalam NELP-VI, yang

menawarkan 55 blok—25 onshore, 6 di perairan dangkal, dan 24 di perairan dalam. Ini adalah wilayah terbesar

yang pernah India tawarkan—sekitar 355.000 km2—dan jumlah blok terbesar pula.

Paling tidak dua penemuan besar dalam 5 tahun terakhir telah membawa banyak perusahaan miyak besar global

untuk mengevaluasi kembali rencana India. Yaitu gebrakan gas basin besar KG oleh Reliance Industries Ltd. dan

penemuan minyak onshore Rajashtan oleh Cairn Energy PLC di barat laut India, yang paling substansial di

India.

Minat Tumbuh

Sumber hidrokarbon total India, termasuk yang terdapat di perairan dalam, diperkirakan sekitar 28 miliar ton

minyak ekuivalen. Secara keseluruhan, para analis yakin bahwa lebih dari 81% dari sisa potensi hidrokarbon di negara

itu bisa dieksplorasi.

Sejak tahun 2000, telah dilaporkan rata-rata 4 penemuan migas/tahun. 15 penemuan dilaporkan tahun lalu, dan

cadangan gas total India telah naik lebih dari 60% dalam 4 tahun terakhir.

‘Setelah lima putaran, area eksplorasi telah naik lebih dari tiga kali lipat, pertambahan cadangan sudah sekitar 600

juta ton dan $ 5 miliar komitmen investasi telah diterima,’ kata Menteri Perminyakan India Murli Deora.

Penemuan ini, bersama dengan harga minyak yang tinggi dan permintaan hidrokarbon India yang meningkat, telah

menghasilkan peningkatan minat perusahaan untuk berinvestasi dalam eksplorasi di negara itu, walaupun belum terlihat

apakah blok yang ditawarkan mengandung cadangan yang menguntungkan seperti yang telah dinikmati Cairn

Energy.

Pembentukan Konsorsium Penawaran

NELP-VI menjadi katalis untuk pendirian joint ventures antara perusahaan energi internasional dan produsen

minyak domestik untuk menawar putaran NELP-VI:

  1. Bharat Petroleum Corp. Ltd. (BPCL) telah memasuki nota kesepahaman dengan Petroleo Brasileiro SA (Petrobras)

    dan Foresight Oil Ltd.

  2. Gas purveyor GAIL (India) Ltd. mengatakan juga akan bergabug dalam penawaran dengan Petrobras, sementara

    perusahaan minyak besar Australia OilEx telah menetapkan rencananya untuk bergabung dengan Videocon Industries.

  3. Indian Oil Corp. (IOC), sedang mempersiapkan strategi baru. Dibawah NELP-V, dengan Oil India Ltd. (OIL),

    tawarannya tidak berhasil untuk saham minoritas 15-25% untuk berbagai blok migas. IOC saat ini melihat saham

    mayoritas hanya di blok perairan dangkal dan blok onshore. Sementara hubungannya dengan OIL akan

    dilanjutkan, IOC berekanan dengan perusahaan lain untuk menambah kekuatan teknis dan keuangannya terhadap

    konsorsium baru.

  4. Reliance Energy dan Essar Oil Ltd. yang berdiskusi dengan Origin Energy CGS, dan Tata Petrodyne Ltd. telah

    membahas kerjasama dengan BG Exploration & Production Ltd. dan BP India Services.

  5. Premier Oil PLC, London, sedang dalam pembicaraan dengan berbagai perusahaan lokal, termasuk Oil & Natural Gas

    Corp. (ONGC), BPCL, OIL, dan Hindustan Oil Exploration Co.

  6. Setelh mengakuisisi $ 1 miliar pinjaman untuk membangun aset migasnya di India utara, Cairn Energy CEO Bill

    Gammell mengatakan perusahaan akan menawar untuk wilayah substansial baru dalam putaran mendatang. Cairn

    sudah memiliki interest dalam 13 blok.

Selain itu, dua belas perusahaan menunjukkan minat dalam mengambil saham di lapangan gas Gujarat State

Petroleum Corp. (GSPC), di Andhra Pradesh. Pada bulan Juni, GSPC menemukan cadangan baru dengan minyak dan

gas berkualitas di blok. GSPC berminat dalam menjual 20-30% dari 80% participating interest di blok

tersebut.

Kunjungan Ruang Data

Indikasi awal, berdasarkan kunjungan ruang data dan pembelian paket data, menunjukkan bahwa Chevron Corp.,

ExxonMobil Corp., ConocoPhillips, dan Royal Dutch Shell PLC tertarik untuk berinvestasi di basin sedimen India.

Blok-blok ini terdapat dalam basin-basin berikut: Andaman, Assam Arakan, Cambay, Cauvery, Deccan Syneclise,

Ganga, Kerala Konkan, Krishna Godavari, Mahanadi, Mizoram, Mumbai, Palar, Purnea, Rajasthan, Saurashtra, South

Rewa, dan Vindhya.

Perusahaan-perusahaan yang telah membeli atau meminta data untuk blok-blok termasuk Petrobras, Cairn Energy,

BHP Billiton Ltd., Anadarko Petroleum Corp., Roc Oil Ltd., OIL, EOG Resources Inc., Kerr-McGee Oil & Gas Corp.,

ONGC, BG, Niko Resources Ltd., Beach Petroleum NL, Shell, Chevron, dan Tullow Oil Ltd.

Menurut narasumber industri, pemerintah telah mengumpulkan $ 12,49 juta dari penjualan data dan $ 1,59 juta

untuk permintaan data, akhir Juli.

Sumber : www.ogj.com