Select Page

Wapres Indonesia Jusuf Kalla telah menganjurkan PT Pertamina untuk mencari rekan

baru jika ExxonMobil Oil Indonesie gagal melaksanakan kewajiban kontraknya untuk membangun blok gas alam

Natuna D-Alpha.

Penulis : Eric Watkins

Wapres Indonesia Jusuf Kalla telah menganjurkan PT Pertamina untuk mencari rekan

baru jika ExxonMobil Oil Indonesie gagal melaksanakan kewajiban kontraknya untuk membangun blok gas alam

Natuna D-Alpha.

Proyek lepas pantai di timur Natuna, Laut China Selatan —sebuah joint venture dari ExxonMobil Corp. 74%

dan Pertamina 26%—dilaporkan telah tertunda untuk beberapa tahun karena kekurangan dana.

Kalla mengatakan Pertamina akan memerlukan rekan baru dengan teknologi yang lebih baik untuk membangu

cadangan ini, tapi ia juga memberitahukan bahwa pencarian rekan baru akan sulit karena beberapa perusahaan minyak

akan menawarkan teknologi unggulan yang diperlukan.

vIni adalah peringatan ke-dua dalam kurang dari seminggu, dari para pejabat Indonesia.

Minggu lalu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah Indonesia akan membatalkan kontrak

ExxonMobil di blok Natuna D-Alpha jika perusahaan itu tidak memenuhi batas waktu permulaan produksi di lapangan

itu, 8 Januari 2007.

Untuk bagian mereka, para pejabat ExxonMobil mengatakan mereka masih memiliki waktu hingga 2009 untuk

memulai produksi dibawah syarat-syarat kontrak bagi hasil dengan Pertamina. Desember lalu, Presiden dan Manajer

Umum ExxonMobil Oil Indonesie Peter J. Coleman mengatakan perusahaan melanjutkan rencana 4-tahun untuk

memasok pembeli asing dengan gas dari blok itu, pada 2014.

Sumber :

www.ogj.com

Share This