Pemerintah Tanzania sedang mempelajari sebuah proposal dari Noor Oil of Qatar untuk pendirian kilang minyak di

negara itu dan 1.200-km pipa minyak Dar es Salaam-Mwanza.

Penulis : Abduel Kenge

Pemerintah Tanzania sedang mempelajari sebuah proposal dari Noor Oil of Qatar untuk pendirian kilang minyak di

negara itu dan 1.200-km pipa minyak Dar es Salaam-Mwanza. Menurut seorang pejabat di Kementrian Energi dan

Mineral, pembicaraan dengan Noor Oil berada dalam tahap lanjut.

‘Kemudian, proposal proyek akan dilimpahkan kepada kabinet untuk pertimbangan,’ menurut seorang narasumber

kepada Daily News. Tapi, proyek telah menarik pemegang saham linnya – Africommerce International of Tanzania – yang

hanya ingin mendukung proyek tersebut.

‘Africommerce mengusulkan untuk mendukung proyek. Artinya, jika menerima hak, mereka akan mencari

investor,’ menurut narasumber, menambahkan: ‘Tapi Noor Oil menginginkan untuk membangun pipa. Kedua

pembicaraan berada dalam tahap lanjut.’

Katanya sejumah perusahaan – baik lokal maupun asing – telah menunjukkan minat untuk membangun pipa

Dar-Mwanza, tapi ‘hanya dua ini yang telah memberikan aplikasi formal.’

Pipa adalah otak dari Africommerce, yang saat ini mencari kesempatan ke-dua untuk mendukungnya. Perusahaan

muncul dengan gagasan ini pada awal 1990-an, tapi dua tahun lalu, proyek ini diberikan pada perusahaan US, Richmond

Development, yang disebut-sebut berbasis di Houston, Texas. Pipa ini diperkirakan memakan biaya 400 juta US dollar

tahun 2000. Biaya pasti untuk saat ini tidak diketahui.

Tanzania telah memiliki kilang sendiri, Tanzanian and Italian Petroleum Refinery (Tiper), yang ditutup pada

pertengahan 1990-an setelah hampir 30 tahun beroperasi.

Tiper secara khusus ditargetkan oleh program penyesuaian struktural karena mengalami kerugian, dioperasikan

sekitar 60% dari kapasitas pemasangan, 875 kilo-ton per tahun.

Sumber : www.dailynews-tsn.com