Select Page

Dua perusahaan energi Rusia untuk pertama kalinya diundang untuk mengeksplorasi migas di perairan lepas pantai

Burma.

Penulis : William Boot

Dua perusahaan energi Rusia untuk pertama kalinya diundang untuk mengeksplorasi migas di perairan lepas pantai

Burma.

Konsesi ditandatangani di ibukota baru Naypyidaw, pada hari yang sama saat Rusia memilih untuk menentang

proposal US untuk Dewan Keamanan dalam membahas HAM di Burma.

Zarubezhneft, salah satu produsen migas yang paling lama berdiri di Rusia, dan dimiliki oleh Itera Oil and Gas

Company, akan mengeksplorasi lapangan M-8 yang belum dibangun di pantai timur Burma, di Laut Andaman, selatan

lapangan Yadana, yang sedang memproduksi gas dengan volume besar, untuk dijual ke Thailand.

Mereka akan membentuk sebuah joint venture dengan Sun Group, pengembang bahan bakar fosil India, dan

MOGE (Myanmar Oil and Gas Enterprise).

Lapangan M-8, bagian dari grup Mottama, awalnya dieksplorasi dalam sebuah joint venture antara MOGE dan

Total, tapi perusahaan Perancis ini menyerahkan lisensi pemborannya.

Menteri energi Burma, Brig-Gen Lun Thi, mengunjungi Moscow April lalu dan secara terpisah menemui pemimpin

kedua perusahaan Rusia di hotel tempatnya menginap.

Sumber mengatakan kontrak joint venture empat-pihak ini mengijinkan perusahaan untuk mengeksplorasi

dan menghasilkan hidrokarbon, walaupun belum diketahui berapa banyak yang diinvestasikan dalam proyek ini atau

pembagian keuntungannya.

Dua perusahaan India lainnya telah terlibat dalam eksplorasi gas di ujung garis pantai Burma di lapangan Shwe di

luar pelabuhan Sittwe, yang secara terpisah sedang diekspansi oleh investor India.

India telah berharap untuk secara eksklusif merebut perjanjian pembelian gas dari lapangan Shwe A-1 dan A-3

sebagai bagian dari paket kerjasama ekonomi dua-arah, dan siap untuk membangun US $ 1 miliar pipa melalui Burma

untuk membawa gas. Tapi, baik China maupun Thailand juga telah memberikan penawaran pembelian atas lapangan

Shwe, yang memiliki cadangan triliunan m3 gas, dan pemerintah Burma belum memutuskan akan dijual kepada siapa

hak tersebut.

Laporan terakhir mengisyaratkan akan diadakan pemilihan semacam undian dan memberikan gas ke penawar

tertinggi.

Sumber : www.irrawaddy.org

Share This