Reliance, India akan membangun kilang minyak terbesar dunia di pantai Laut Arab

yang akan mengangkat perusahaan dan negara ke status raksasa industri.

Reliance, India akan membangun kilang minyak terbesar dunia di pantai Laut Arab

yang akan mengangkat perusahaan dan negara ke status raksasa industri.

‘Ini bukan hanya kilang. Kami yakin kilang ini menantang paradigma bahwa China menyusul India dalam bidang

industri,’ Reliance Industries Executive Director Hital Meswani mengatakan pada reporter dalam tur kompleks

Jamnagar.

Fasilitas yang terletak di wilayah Gujarat, yang dibuka Desember 1999, meliputi 30 km2 — sepertiga ukuran

Manhattan — dan telah membantu mendorong India dari importir netto produk kilang minyak bumi menjadi

eksportir.

Reliance menetapkan untuk menginvestasikan 6 miliar USD dalam penawaran untuk menggandakan output.

Walaupun Reliance memberikan beberapa detail finansial untuk Jamnagar, para analis yakin fasilitas ini akan

menguntungkan pada tahun 2009.

‘Ini adalah kilang untuk dunia, dengan basis di luar India,’ Meswani mengatakan kompleks, ditetapkan untuk

ekspansi lainnya di tahun 2008 — dan gerakan menuju titik tertinggi dunia dari tempat ke-tiga dibawah Venezuela dan

Korea Selatan.

‘Kami ingin membawa India ke dunia dan merubah Jamnagar sebagai pusat pengilangan untuk dunia,’ katanya.

‘India sering dibandingkan dengan China — India untuk sektor layanan (services) dan China untuk sektor

industri. (Tapi) kami ingin menunjukkan apa yang bisa India lakukan dalam bidang manufaktur dan industri.’ Di China,

sektor industri menghasilkan 46 pct GDP, dibandingkan dengan 27 pct di India.

Reliance adalah raksasa korporat yang telah mengarungi ekonomi India selama beberapa dekade dengan aktivitas

dalam petrokimia, migasn, pengilangan, tenaga, asuransi dan telekomunikasi.

Terletak di Teluk Kutch di Laut Arab, pembangunan kilang ini memakan waktu 3 tahun. Perusahaan mengatakan

5.000 km pipa, 1,7 juta metrik ton konkrit, 14.000 km kabel dan ekuivalen dalam baja 16 menara Eiffel

merepresentasikan rekor.

Pekerjaan ini seluruhnya diautomasi dan diawasi oleh para engineer yang bekerja di ruang kendali bawah

tanah, yang dihiasi dengan gambar pendiri Reliance, Dhirubhai Ambani. Tidak satupun dari dari pegawai yang termasuk

dalam gabungan perdagangan.

Dan juga memiliki stasiun tenaga sendiri, sebuah pelabuhan tanker super, stasiun pemadam kebakaran, tim medis

dan pelayanan kemanan, 170 km jalan dan area pemukiman 2.500 rumah — membuatnya swa-sembada ‘antar

wilayah’.

Sabuk hijau juga diharapkan mengarahkan pada produksi 3.000 metrik ton mangga per tahun.

‘Volume, konsumsi energi, biaya kapital (dan) integrasi membuat kilang ini unik,’ kata ketua sektor fasilitas, DM

Katre.

Fasilitas ini, sekarang menghasilkan 33 juta metrik ton produk kilangan — gasolin, diesel, kerosin dan LPG — plus

petrokimia tiap tahun.

Sejak pembukaan, kompleks telah menyediakan 5.000 kapal dan ‘hanya Rotterdam menangani lebih banyak produk

kilangan,’ kata kapten laut Sunil Pradham.

Sumber : futures.fxstreet.com