Select Page

Santos Ltd. melaporkan bahwa Boots & Coots International Well Control Inc. telah memulai

pemboran sumur relief dekat sumur gas Banja-Panji-1 di Sidoarjo, Jawa Timur.

Santos Ltd. melaporkan bahwa Boots & Coots International Well Control Inc. telah memulai

pemboran sumur relief dekat sumur gas Banja-Panji-1 di Sidoarjo, Jawa Timur.

Erupsi lumpur dimulai 29 Mei, sekitar 200 m dari sumur Banjaa Panji 1, dibor hingga 2.833 m. Lumpur terus

mengalir dengan estimasi 100.000 m3/hari.

Ledakan sumur, yang mengandung H2S, telah membanjiri paling tidak delapan desa, memaksa pindah ribuan

penduduk desa, menghancurkan pertanian, dan merusak lalu lintas jalan.

Banjar Panji 1 menargetkan formasi karbonat reefal Miocene Kujung di marjin timur lapangan gas Wunut,

yang dihasilkan dari pasir Pleistocene volcaniclastic.

Luapan lumpur terjadi sekitar 2.700 m, di atas zona air tekanan tinggi. Total 1.000 acre dilaporkan terkubur beberapa

meter.

Sebuah kelompok kontraktor internasional, termasuk Boots & Coots, mulai membor sumur relief sekitar 500

m selatan – barat daya Banjar Panji. SUmur relief kedua direncanakan dari utara-barat laut.

Santos menolak untuk membahas kemunkinan penyebab luapan ledakan sumur ini karena investigasi terus-menerus

sedang dilakukan oleh BPMigas.

Operator sumur Lapindo Brantas Inc. awalnya disalahkan atas luapan lumpur dan gempa bumi di Jawa Tengah, tapi

National Disaster Study Centre melaporkan gempa bumi hampir mempengaruhi Jawa Timur.

Saat ini Lapindo memperkirakan biaya total untuk sumur-sumur drilling relief dan penanganan lumpur

sebesar $ 180 juta, yang ‘melibatkan asumsi dan bisa memerlukan penyesuaian lebih lanjut ketika perkiraan berkaitan

dengan biaya pilihan pembuangan lumpur jangka panjang, usulan biaya relokasi infrastruktur, dan biaya terkait klaim

pihak ketiga yang tidak terealisasi,’ Lapindo mengatakan dalam sebuah pernyataan.

‘Dengan berlanjutnya luapan, kompleksitas event dan sifat alamiah dinamik pekerjaan ongoing, tidak

mungkin secara akurat memperkirakan total rektifikasi biaya saat ini,’ kata perusahaan.

Lapindo memiliki 50% interest Brantas production-sharing contract. Rekanan lain adalah PT Medco

E&P Brantas dengan 32% interest, dan Santos Brantas Pty. Ltd. 18% interest.

Sumber : www.ogj.com

Share This