Select Page

Mohon pencerahan perbedaaan penggunaan Air Cooler for Heat Exchanger di Industrial versus Oil and Gas serta bagaimana mengadakan selection didalam applikasinya.

Untuk itu mohon pencerahan dari Bapak/Ibu.

roeddy setiawan

dear Anpan

tergantung anda melihatnya bagai mana, penggunaan water cooler tentunya secara material cost jadi murah, karena ‘U’ nya kan harga nya besar say antara 180 -200 an, air cooler U nya cuman 10 -15.

jadi surface area yang tuk wtr cooler lebih sedikit. kalau anda puonya coolant yang free dan once thru, misalnya dari danau yang air nya kinclong2 wtr cooler probably the way to go, tapi kalau tiba tiba kering nah bisa repot, juga kalau kalau airnya harus diresirculated, anda harus menambahkan cooling tower cost, pump, chemicals, biocide dll.

HX yang water cooler bisa dibilang dimensinya lebih kecil, kan U nya besar, dengan duty yang tinggi sehingga bisa ditaruh dekat alat yang mau ditukar panas nya jadi secara plant layout gampang dan menghemat piping. sebagai contoh plat plat exchanger, barang nya mungil duty nya besar.

di sisi lain kalau ngak mau pusing dengan utility, space tidak masalah, air cooler bisa the way to go, karena coolant nya kan ngak usah beli, mesti di di treat dan lain lain, tinggal pasang fan, off you go. jadi in the long run cheaper.

makanya jadi prefered option, misalnya di offshore, most application pake air cooler, ada juag water cooler digunakan, tapi di offset dengan material cost yang tinggi, misalnya tube nya pakai titanium biar tidak keropos oleh cloride attack.

jadi masing masing harus di fit yang paling cocok dengan applikasinya tidak bisa tunjuk kancing air cooler cocok disini, water cooler cocok di sana.

Diskusi selanjutnya dapat dilihat di file berikut :

Share This