Raksasa migas milik negara Vietnam, PetroVietnam, telah menerima izin dari pemerintah

Venezuela untuk mengeksplorasi pantai Venezuela dengan membentuk sebuah joint venture

dengan sebuah perusahaan Venezuela.

Penulis : Ha Dong

Raksasa migas milik negara Vietnam, PetroVietnam, telah menerima izin dari pemerintah

Venezuela untuk mengeksplorasi pantai Venezuela dengan membentuk sebuah joint venture

dengan sebuah perusahaan Venezuela.

Joint venture antara PetroVietnam dan PDVSA, Venezuela disetujui secara prinsip

oleh Perdana Menteri Nguyen Tan Dung akhir minggu lalu.

Presiden Venezuela Hugo Chavez mengekspresikan persetujuannya untuk proyek kerjasama ini

dalam kunjungannya ke Vietnam akhir Agustus lalu.

JV akan mengeksplorasi minyak di blok Junin-2 di sabuk minyak Orinoco, perairan Venezuela

dan selanjutnya di seluruh bagian negara itu.

Seperti rencana semula, venture akan membangun dua kilang minyak, sebuah pelabuhan

dan sistem depot dan beberapa tanker besar.

Vietnam adalah produsen minyak mentah terbesar ketiga dunia di Asia Tengara setelah

Indonesia dan Malaysia, dengan rata-rata perolehan harian 350.000 barrel.

Tapi negara ini kekurangan kapasitas kilang minyak, sehingga memaksanya untuk mengimpor

produk petroleum.

Kilang minyak pertama senilai US$ 2,5 miliar di Vietnam tengah, sedang dalam proses

konstruksi, dijadwalkan akan on line akhir 2008 atau awal 2009.

PetroVietnam juga baru-baru ini telah memasuki sebuah hubungan kerjasama dengan

Cubapetroleo untuk bekerjasama dalam sektor migas.

Sejauh ini mereka telah mengevaluasi lebih dari 40 proyek di Asia Tenggara, Timur Tengah,

Afrika Utara, Rusia, dan Amerika Tengah, tapi, hanya menandatangani 5 kontrak.

Baru-baru ini, korporasi ini menginvestasikan sebesar $ 208 juta untuk membeli saham di

dua blok di Touggourt, Algeria.

PetroVietnam sedang dalam proses pencarian enam atau tujuh kontrak minyak baru, untuk

tahun 2010, termasuk kontrak pembelian aset, untuk memproduksi 1-2 juta ton minyak.

Diharapkan akan meningkatkan outputnya menjadi 5-6 juta ton setelah 2020.

Selain itu, monopoli minyak ini berencana unutk menghabiskan $ 6 miliar dalam eksplorasi

migas hingga 2010 seiring pertumbuhan permintaan energi dalam ekonomi yang berkembang.

Diharapkan akan meningkatkan output minyak hingga sebesar 22 juta ton per tahun dan

produksi gas alam hingga 8 miliar m3 per tahun untuk tahun 2010.

Venezuela adalah yang kelima diantara produsen minyak dunia, dengan ekspor hingga 82%

dari pendapatan ekspornya.

Sumber : www.thanhniennews.com