Tanya:

Ada yang bisa memberikan pencerahan pada saya, mengenai posisi instalasi valve actuator ?

Kelebihan dan kekurangan dari instalasi top mounted dan side mounted, baik dari sisi instrumentasi, piping, mechanical dan process.

Dengan asumsi bahwa ada spare space untuk instalasi baik di top mounted ataupun side mounted.

Makasih sebelumnya.

Jawab:

dear,

mungkin perlu dijelaskan dulu type dan penggerak dari actuatornya kemudian diaplikasikan pada valve type apa? sekedar sharing dan mohon diluruskan jika ada kesalahan, di tempat kami untuk actuator pneumatic type diaphraghm yang diaplikasikan pada valve type sliding stem biasanya dipasang on top.

Jawaban selengkapnya dapat dilihat dihalaman berikut:

Jawab:

budi yuwono

dear,

mungkin perlu dijelaskan dulu type dan penggerak dari actuatornya kemudian diaplikasikan pada valve type apa? sekedar sharing dan mohon diluruskan jika ada kesalahan, di tempat kami untuk actuator pneumatic type diaphraghm yang diaplikasikan pada valve type sliding stem biasanya dipasang on top. karena jika dipasang dengan konfigurasi side mounted maka beban radial dari bushing, seal (baik sisi valve maupun actuator) dan diaphragm akan besar sehingga bisa mengakibatkan kerusakan pada part2 tersebut.

untuk actuator penggerak pneumatic yang dipasang pada valve type rotary (untuk valve type ball atau butterfly) disesuaikan dengan space dan environment (ada yang dipasang on top, ada yang side mounted).

jika dikhawatirkan radiasi panas dari pipa process bisa menyebabkan kerusakan pada part2 actuator (baik mechanical maupun electonic device) maka dipasang side mounted. jika aman2 saja dipasang on top pun tidak masalah. untuk area yang memiliki potensi vibrasi actuator dipasang on top.

untuk actuator electrical (MOV) bisa on top bisa juga side mounted. tapi perlu dipertimbangkan juga size dan weight dari MOV nya, jika cukup berat maka on top mungkin lebih bijaksana karena yoke hanya menahan beban vertical.

kalau dipasang side mounted sebaiknya diyakinkan dulu bahwa yoke nya mampu menahan beban tersebut.

mungkin itu saja yang saya tau, mohon masukan dari bapak-bapak dan rekan2 semua.

mumpung lagi bicara actuator nih, kalau ada yang berkenan sharing mohon pencerahan mengenai toleransi maksimum run out yang diijinkan untuk stem, kemudian jika stem mengalami scretch apakah bisa jika dihaluskan lagi, berapa besar yang bisa di grinding (jika ada tabel untuk berbagai size)?

Note : Actuator : diaphragm, valve : Globe, size : 6′ 1500#.

priyo_a_s

Pak Budi,

Terima kasih atas info-nya.

Valve yang kami gunakan untuk kasus ini ialah butterfly dan aktuatornya pneumatic (diaphragm & piston).

Pada waktu analisis engineering kemarin, telah saya pikirkan mengenai analisis bobot dari aktuator yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pada pipa nantinya (juga termasuk parts & flanges-nya), namun karena saya belum bisa menemukan standard2 international yang bisa mendukung analisis tersebut, akhirnya saya keep internal dahulu sampai bisa ditemukan standard2nya.

Adakah rekan2 yang bisa menunjukkan standard2 apa yang bisa digunakan untuk mendukung analisis tersebut.

Berhubung saya background-nya instrument, standard yang dapat ditemukan hanya : ANSI/ISA-TR75.04.01-1998 tentang control valve position stability, namun saya tidak dapat menemukan jawaban dari standard ini.

Jawaban selengkapnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia Bulan November 2006 dapat dilihat di file berikut: