Select Page

Memang, secara umum ada kecurigaan bahwa selama ini kita dikerjai oleh perusahaan minyak asing, dalam hal besaran Cost Recovery.Tentu saja sangat sulit bagi orang kebanyakan untuk membuktikan sinyalemen ini, kecuali bermain dalam tataran logika.

Dari milis tetangga :

Memang, secara umum ada kecurigaan bahwa selama ini kita dikerjai oleh perusahaan minyak asing, dalam hal besaran Cost Recovery.Tentu saja sangat sulit bagi orang kebanyakan untuk membuktikan sinyalemen ini, kecuali bermain dalam tataran logika.

Bahwa kemudian ada BP Migas (sebagai kelanjutan dari BPKKA Pertamina) pada mulanya memang diharapkan dapat mencegah permainan ini. Namun, dengan pikiran positif, kemudian muncul keraguan, apa iya BP Migas mampu mengendalikan dan mengontrol seluruh pengeluaran yang nantinya akan menjadi bagian dari cost recovery?

Kisah tentang cost recovery, dengan data pendukung yang memang agak kurang, sering membuat kita mengelus dada. Bertahun lalu pernah dimuat keberhasilan seorang pengusaha lokal untuk menjadi supplier (kalau tidak salah) kayu bantalan rig. Sebelumnya, dengan berbagai alasan yang nampak teknis, bahkan kayu bantalan itu harus didatangkan dari luar negeri.

Secara sekilas memang negara nampak tidak dirugikan. Toh nantinya akan diperhitungkan dalam cost recovery.

Namun secara perekonomian nasional, kita jelas dirugikan. Kenapa untuk bahan yang sesederhana kayu bantalan rig mesti didatangkan dari luar negeri?

Selain melakukan verifikasi jenis pengeluaran yang akan dimasukkan dalam cost recovery, ada baiknya kita juga menentukan apakah suatu komponen harus didatangkan dari luar Indonesia.

Yang paling mudah memang memberikan spesifikasi teknis yang tidak mungkin dipenuhi oleh produk lokal.

(Taruh lah contoh kayu bantalan rig, harus begini harus begitu yang sebenarnya tidak perlu).

Disitulah kepandaian kita diuji, apakah kita bisa menentang specs yang diskriminatif itu (tanpa menambah resiko produksi) atau kita cuma bisa mengiyakan saja sehingga produk lokal tidak pernah bisa ikut berperan dalam proses produksi.

Ini adalah bagian dari pengawasan cost recovery.

Pembahasan dari rekan-rekan Milis Indonesia bulan November 2006 terangkum dalam file berikut

Share This