Kepada rekan-rekan yang bergerak di bidang rotating machinery dan pompa, saya ingin
bertanya : Bagaimana proses balancing impeller untuk pompa multistage ? Apakah setelah
semua impeller ter-assembly pada shaft, ataukah dilakukan static blancing pada impellerimpeller
sebelum dilakukan assembly pada shaft.

Tanya:

Kepada rekan-rekan yang bergerak di bidang rotating machinery dan pompa, saya ingin
bertanya :

Bagaimana proses balancing impeller untuk pompa multistage ? Apakah setelah
semua impeller ter-assembly pada shaft, ataukah dilakukan static blancing pada impellerimpeller
sebelum dilakukan assembly pada shaft.

Jika suatu pompa sudah melewati tahap balancing kemudian dilakukan disassembly pada
semua impellernya, dan ingin dilakukan reassembly kembali, apakah kondisi balance pada
keseluruhan sistem pompa multistage tidak mengalami perubahan ?, ataukah harus dilakukan
rebalancing ?.

Jawab:

Prosedurnya adalah setiap komponen di-balance hingga residual mass unbalance-nya ada pada
limit yang diijinkan.

Jadi tiap impeller di-balance dan shaft juga di-balance. Kemudian
dirangkai satu persatu.

Setiap penambahan impeller pada poros dilakukan proses balancing,
hingga rotor ter-assembly secara lengkap.

Bila rotor yang telah ter-assembly dan di-balance itu diurai lagi, maka saat re-assembly lagi
tentu perlu balancing kembali.

Karena setiap komponen selalu menyisakan residual mass
unbalanced. Bila komponen-komponen tadi dirangkai maka efek residual unbalance akan
mempengaruhi kondisi unbalance pada rotor.

Pengaruh residual unbalance tersebut sangat tergantung pada posisi komponen pada poros
(baik posisi sepanjang poros maupun posisi penempatan sudut residual mass pada setiap
poros).

Nah tentu sangat sulit melakukan re-assembly hingga kondisi kekencangan dan posisi
impeller pada poros dan posisi residual mass pada setiap komponen persis seperti sebelum di
disassembly.

Oleh karena itu setelah di balance dinamik secara keseluruhan maka rangkaian
rotor tidak perlu di disassembly lagi atau kita perlu melakukan balancing ulang.

Semoga membantu.. CMIIW.

Nambahin sedikit, setelah individual impeller di-balance dan impeller di-assembly pada shaft,
maka dilakukan lagi rotor balancing mengingat multistage pump mempunyai rotor yang agak
panjang sehingga total residual mass unbalanced (dari setiap impeller yang berbeda itu dalam
phase/degree dan mgram) akan saling mengurangi atau mungkin bahkan menambah residual
mass unbalance tersebut dengan phase yang berbeda lagi. Kita tidak tahu kalau tidak
dilakukan rotor assembly balance.

Kalau tidak aware terhadap hal ini, kemungkinan besar
vibrasi akan terjadi nanti pada saat pump running.

Sekedar tambahan, biasanya setelah balancing seluruh impeller selesai, maka susunan
impeller dan poros tersebut diberi marking dan nomor urutan impeller. Marking pada poros
dan impeller tersebut akan membentuk garis lurus.

Jadi sewaktu disassembly, akan
mempermudah pemasangan kembali tanpa perlu balancing ulang.