Berikut pertanyaan dari sdr.Ferdinal Rais – Amerada Hess (Indonesia-Pangkah)

Rekan-rekan Migas, mohon pencerahannya. Apakah ada yang tahu regulasi atau code baik
nasional maupun internasional mengenai perlu tidaknya obstruction light di Vent Tip (bukan
Flare) di offshore platform.

Vent Tip terpasang di ujung boom (semacam flare boom) dengan
ketinggian sekitar 28m dari permukaan laut.

Platform ini adalah WHP dan tidak ada heli
deck.

Berikut jawaban dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia lainnya:

Tanggapan dari rekan-rekan Milis mIgas Indonesia atas pertanyaan sdr. Ferdinal Rais – Amerada Hess (Indonesia-Pangkah)

Unggul Hudoyoko – Tripatra Engineers and Constructors

Mas Ferdi, apakah yang anda maksudkan disini adalah AVIATION LIGHTING atau
Retractable Air Craft Warning Light ?.

Ini biasanya yang dipasang pada Vent Stack atau
Vent Tip (equipment seperti ini memang dirancang untuk tidak mengeluarkan FLAME secara
kontinyu sehingga pemasangan Aviation Lighting jadi mutlak diperlukan sebagai obstruction
devices).

Yang penting lagi harus diinformasikan adalah koordinat WHP nya (ini penting untuk
mengetahui ‘air craft-traffic’ pada koordinat tersebut). Kalau enggak salah standar yang
digunakan adalah rujukan dari Departemen Perhubungan / Marine setempat.

Alvin Alfiyansyah – Technip Indonesia

International regulationnya bisa dilihat di ICAO Annex 14 (Inter. Civil Aviation
Organtization) dan OGP (Aircraft Management Guide) Report No. 6.51/239 March 1998.

Roeddy E. Setiawan – Chevron USA

Pak Ferdinal, seingat saya memang ada aturannya kalau di Amerika. Yang mengatur FAA.

Jadi
bila tower dianggap menghalangi navigasi udara bila tingginya 500 ft dari ground level dengan
jarak 6 mile dari airport, makin dekat makin rendah batasnya.

Kalau sudah dianggap
obstruction harus dipasang obstruction marking lampu orange dan white (kira-kira 3 mile
dari airport, 200 ft tower sudah jadi obstruction harus ada navigation light dengan 60 flash
per minute).

Tentu saja buat pak Ferdinal anda harus improvisasi. Saya yakin dekat drilling platform anda
ada quarter, meskipun jaman sekarang chopper sudah diganti ketinting eh work boat, tapi
kan kadang
kadang kalau emergency atau medifac chopper harus bisa datang jam berapa saja, nggak
hanya siang hari.

Juga kalau sedang kondisi drilling, entah dekat situ atau di platform yang
ada vent nya, kalau medifac kan dia landing di tender barge nya.

Dua rational diatas bisa membantu anda memilih pasang atau tidak (vent stack-nya kan cuma
60 ft ya). Tapi pak Ferdinal bisa juga tanya ke teman yang ada di tower (ground control),
mereka ngelotok sekali tentang aturan itu. Atau bisa juga tanya ke teman yang di Susmar
Migas.

My personal opinion, saya akan pasang nav aid yang paling ringan type L-810, lampu warna
merah yang secara kontinyu hidup terus.

Kalau anda sering ke tender barge pasti anda
pernah lihat di crane boom atau di derric mast-nya.
Ada panduan yang barangkali membantu buat make your decision :

• Buletin FAA, advisory circular, spec for obstruction lighting equipment, 1995

• Advisory circular obstruction marking and lighting, 1995

• FAA regulation