Select Page

saya mendapatkan sebuah pertanyaan yang sederhana tapi membutuhkan jawaban yang komprehensif dan saya pikir Bapaklah orang yang tepat.

Saya telah bertanya ke milis Migas, tapi belum muncul juga. Mungkin hal ini pernah di bahas.

Mengapa standard sinyal instrumen selalu 4 – 20 mA ?.

( Kita tahu jawaban standard tentang live zero, tapi mengapa 4 – 20 mA ?, Mengapa tidak 2 – 20 mA atau 5 – 50 mA ? ).

Berikut taanggapan dari pertanyaan rekan Iwan Setiawan – Yudistira Haka Perkasa

Tanggapan dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia:

Waskita Indrasutanta – Wifgasindo Dinamika Instrument Engineering

Pak Nadzir dan rekan-rekan,

Meskipun diminta untuk melalui japri saja, tetapi saya pikir banyak rekan-rekan milis yang juga mempunyai pertanyaan sama. Saya coba cari posting Pak Nadzir tapi tidak ketemu, mungkin sudah tertimbun posting lainnya. Agar bisa mendapat perhatian cepat dari masing-masing KBK, baiknya sesuai ketentuan Moderator, tambahkan sub-topik (instr) pada pada posting dan topiknya yang jelas, jangan sekedar ‘Mohon pencerahan’.

Terima kasih.

Benar, pertanyaan ini seperti pertanyaan serupa lainnya “Mengapa 220V / 50Hz ?, Mengapa 3 fasa bukannya 1 fasa atau 5 fasa ?”. Kesemuanya berbalik pada praktisi pembuat standard dan berdasarkan pada alasan-alasan tertentu.

Kembali pada pertanyaan semula “Mengapa standar sinyal instrumen selalu 4 – 20 mA ? ( Kita tahu jawaban standar tentang live zero, tapi mengapa 4 – 20 mA ?, Mengapa tidak 2 – 20 mA atau 5 – 50 mA? )”.

Tanggapan dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat di file berikut :

Share This