Select Page

China National Offshore Oil Corp. adalah satu dari 59 perusahaan energi dan institusi yang menandatangani perjanjian awal dengan Indonesia untuk jump-start dalam sektor energi terbarukan.Penulis : Eric Watkins
Senior Correspondent

China National Offshore Oil Corp. adalah satu dari 59 perusahaan energi dan institusi yang menandatangani perjanjian awal dengan Indonesia untuk jump-start dalam sektor energi terbarukan.

CNOOC dapat menjadi partner perusahaan perkebunan kelapa dan teh yang telah terdaftar di Jakarta milik Sinar Mas Agro Resources & Technology dan pengembang project energi terbarukan Hong Kong dan HKC (Holdings) mengajukan $5.5 milyar untuk memproses hasil tersebut menjadi minyak.

Juru bicara CNOOC mengatakan persetujuan telah siap dan detail tentang investasi yang potensial akan menjadi subjek pada negosiasi selanjutnya.

Sinar Mas mengatakan project yang melibatkan produksi biodiesel dari minyak kelapa mentah dan bioethanol dari gula tebu dan singkong, akan dilakukan di Papua di bagian timur Indonesia dan Kalimantan di bagian Utara Indonesia dimana pemerintahan regional telah mencadangkan sekira 1 juta ha lahan untuk project.

Sinar Mas mengatakan project biofuel akan dikembangkan dalam tiga tahap lebih dari 8 tahun.

Perjanjian utama lainnya termasuk investasi 3 milyar dolar dengan Malaysia-berbasis Genting Biofuels Asia dan 1 milyar dolar dengan kerjasama usaha Indonesia-Malaysia.

Institusi keuangan dalam negeri , termasuk Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Bukopin, bank pembangunan daerah Sumatera Barat, dan bank pembangunan daerah Sumatera Utara, telah setuju untuk menyediakan pinjaman total Rp 50 trilyun (5.4 milyar dolar) untuk mendukung Indonesia’s green energy fund.

Bank-bank tersebut sepakat memberikan pinjaman sebanyak Rp 25 triliun untuk mengembangkan perkebunan dan Rp 25 trilyun untuk konstruksi processing plant.

Indonesia rencananya menyediakan 6.5 ha lahan kosong untuk perkembangan perkebunan biofuel dalam usaha mencukupi produksi biofuel pada tahun 2010 untuk mengganti 10% konsumsi bahan bakar minyak negara.

Kepala komite pengembangan biofuel Indonesia mengatakan dia mengharapkan negara dapat memproduksi 200,000 boe/d biofuel pada tahun 2010.

Indonesia saat ini memproduksi kira-kira 160,000 ton/tahun biodiesel atau bioethanol melalui Eterindo Group, Bumi Asih dan Platinum serta Mulindo Raya Industrial.

Sumber : www.ogj.com

Share This