Select Page

CAESAR II, program untuk menghitung Piping Stress Analysis, biasanya tidak memberikan persentase Code Stress pada Case Operating, artinya tidak menyatakan apakah system masih ‘within allowable atau tidak’.

Yang ada hanyalah kata-kata ‘No Code Stress Check Processed’. CAESAR Output hanya memberikan hasil perhitungan stress tanpa ada pembandingnya.

Kenapa?

Agustinus, Donny

Rekans,

Sekedar sharing, mudah-mudahan bermanfaat.

CAESAR II, program untuk menghitung Piping Stress Analysis, biasanya tidak memberikan persentase Code Stress pada Case Operating, artinya tidak menyatakan apakah system masih ‘within allowable atau tidak’.

Yang ada hanyalah kata-kata ‘No Code Stress Check Processed’. CAESAR Output hanya memberikan hasil perhitungan stress tanpa ada pembandingnya.

Kenapa?

ANSI B31.1 mapun B31.3, umumnya menyatakan bahwa Piping Ssytem di evaluasi, dari sudut pandang Piping Stress, adalah dengan menggunakan ‘Failure Modes’.

Sebagai contoh kita bisa lihat di ANSI B31.3, para 319.1.1 Basic Requirements:

Piping systems shall have sufficient flexibility to prevent thermal expansion or contraction or movements of piping upports and terminals from causing:

* Failure of piping or supports from overstress or fatigue

* Leakage at joints; or

* Detrimental stresses or distortion in piping and valves or in connected equipments (pumps and turbines, for example), resulting from excessive thrusts and moments in the piping

Dengan demikian, analisa piping dilakukan dengan meng-evaluasi load cases berikut ini:

* Sustained Case: berdasarkan evaluasi terhadap sustained loads, yaitu berat pipa, berat isi (fluida), dan pengaruh internal pressure.

Ini disebut juga sebagai Primary Stress.

* Expansion: ini adalah secondary stress dan disebabkan oleh Thermal Load.

* Occasional: ini termasuk primary stress yang disebabkan oleh wind dan seismic load.

Untuk setiap case (kondisi) diatas, ANSI B31.1 dan B31.3 memberikan formula untuk mendapatkan Code Stress dan Allowable Stress.

Sehingga, dari sudut pandang Piping Stress, sebuah piping system dianggap atau dikategorikan ‘passes the code requirements’ jika semua ‘Code Stress’ adalah lebih rendah atau lebih kecil dari Allowable Stress untuk masing-masing CASE.

ANSI B31.1 dan B31.3 tidak menganggap ‘Operating Condition’ sebagai ‘Stress Vase’, dengan demikian tidak ada persamaan atau formula untuk menghitung ‘Code Stress’ ataupun ‘Allowable Stress’.

CAESAR II program, menghitung ‘Operating Stress’ menggunakan kekuatan dasar dari persamaan Material, tapi Allowable Stress nya di set menjadi ‘zero’ sehingga hasil perhitungan stress operaitng tidak ada pembandingnya.

Tapi, mesti di ingat, bahwa ‘Operating Case’ adalah Penting dan tetap harus dilakukan untuk mengetahui:

1. Untuk mendapatkan maksimum ‘displacement’

2. Untuk mendapatkan Gaya pada point of Support dan Pada Equipment

3. Untuk menghitung ‘Expansion Stress Range’ dari Maximum temperature ke Minimum Temperature.

Ada Code lain yaitu B31.4 dan B31.8 yang mempertimbangkan ‘Operating Stress Condition’ didalam Code Case, sehingga bisa dihitung stress yang terjadi dan membandingkan dengan Allowable Stress yang juga diberikan formulanya.

Note: jawaban diatas saya rangkum dari ANSI B31.3 dan dari COADE sendiri sang pembuat CAESAR II.

Thanks

Tanggapan dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia lainnya dapat dilihat dalam file berikut:

Share This